| Tangkapan Layar Video Viral Siswi SDN Gandasoli Menangis Setelah Upayanya Mengikuti Olimpiade Sains Nasional Gagal Akibat Mati Lampu (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Momen mengharukan terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial, menampilkan tangis pilu seorang siswi SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, bernama Nadya Putrinda Paramitha. Ia tak kuasa menahan air mata setelah upayanya mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) terhenti akibat pemadaman listrik mendadak di sekolahnya.
Peristiwa ini terjadi pada hari Senin 8/6) saat sesi ketiga ujian mata pelajaran IPS. Padahal, Nadya dan rekan-rekannya telah berjuang keras melakukan persiapan intensif selama enam bulan sejak Januari lalu untuk mengharumkan nama sekolah.
Pengawas OSN SDN Gandasoli, Isop Sopiah, menjelaskan bahwa gangguan teknis dimulai saat layar komputer siswa tiba-tiba membeku (freeze).
"Awalnya ada murid melapor layarnya ngefreeze, kemudian sempat logout sendiri lalu login kembali. Sempat berjalan beberapa menit, tiba-tiba langsung mati lampu semua," kata Isop saat dikonfirmasi pada Rabu (10/6/2026).
Pihak sekolah telah berupaya menunggu listrik menyala agar siswa dapat melanjutkan ujian. Mereka bahkan memperpanjang durasi waktu hingga pukul 14.00 WIB. Namun, harapan tersebut pupus karena listrik tidak kunjung kembali hingga waktu ujian berakhir.
Isop menyayangkan kejadian ini lantaran tidak adanya pemberitahuan atau surat edaran dari pihak penyedia listrik mengenai pemadaman di wilayah tersebut. Insiden ini berdampak pada tiga siswa yang mengikuti OSN di sesi tersebut.
"Di sesi ketiga ini ada tiga siswa kami yang mengikuti OSN, otomatis selain Nadya juga dua siswa lainnya ikut terdampak. Padahal persiapan siswa itu hampir enam bulan pokoknya, kami latih konsisten sejak awal tahun dari Januari," tutur Isop.
Perjuangan Nadya yang Pupus di Tengah Jalan
Nadya, yang sempat berusaha tenang saat listrik pertama padam, akhirnya diliputi kepanikan saat mengetahui sisa waktu ujian yang semakin menipis.
"Pas awal-awal mati itu masih biasa-biasa saja, saya kira awalnya kan bakal sebentar. Tapi ternyata pas sudah dengar waktu yang tersisa untuk mengerjakan soal tinggal 15 menit lagi, di situ saya agak gelisah," ungkap Nadya.
Sebelum listrik padam total, Nadya sejatinya telah berhasil menjawab 40 dari 60 soal yang diberikan. Perasaannya hancur mengingat dedikasi waktu yang telah ia curahkan untuk ajang bergengsi tersebut.
Meski kecewa, Nadya mencoba berlapang dada menerima kenyataan pahit tersebut. Ia berharap pihak-pihak terkait dapat melakukan evaluasi dan menjalin komunikasi yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang dan merugikan siswa lain di masa depan.
"Maunya mah saya OSN diulang, tapi ya bagaimana lagi. Kalau memang tidak bisa, ya sudah saya ikhlaskan saja. Tapi kalaupun nanti ada pemadaman listrik, harusnya beri tahu dulu ke sekolah, jadi kami semua bisa ada persiapan," pungkas Nadya.(FRA)
Editor : Fikri