| Ayi Solehudin (49) Warga Cianjur yang Dinyatakan Hilang Selama 3 Tahun Ditemukan di Lereng Gunung Salak (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Sebuah peristiwa mengejutkan sekaligus mengharukan terjadi di kaki Gunung Salak. Seorang pria paruh baya bernama Ayi Solehudin (49), yang sempat dinyatakan hilang selama hampir tiga tahun dari rumahnya di Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, ditemukan dalam kondisi selamat.
Ayi ditemukan oleh warga di Kampung Ciparigirang, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (25/5/2026) pagi.
Penemuan ini terjadi secara tidak sengaja ketika dua warga setempat sedang memeriksa saluran air sungai yang diduga tersumbat setelah diguyur hujan lebat pada malam sebelumnya.
Di tengah pengecekan, mereka terkejut melihat sesosok pria berbadan kurus terbaring di tepi sungai.
Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu, Muh Irfan Maulana, mengungkapkan bahwa kondisi Ayi saat pertama kali ditemukan sangat memprihatinkan dan tidak berdaya. Tubuhnya sudah dikerubungi lalat, namun beruntung ia masih bernyawa.
“Itu ketemunya sama warga yang mau mengecek aliran air setelah hujan deras. Saat melihat ke arah atas sungai, mereka menemukan pria itu sudah tergeletak dan dikerumuti lalat,” ujar Irfan saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Melihat korban masih bernapas, warga langsung melapor ke pengurus RT, pemerintah desa, dan tim relawan. Evakuasi kemudian dilakukan secara dramatis menggunakan kain sarung karena kondisi fisik Ayi yang terlampau lemas.
Setelah berhasil dibawa ke tempat aman, warga segera memberikan pakaian layak serta makanan untuk memulihkan energinya.
“Saat dievakuasi, dia langsung diberi makan dan pakaian. Kondisinya memang sangat lemah,” tambah Irfan.
Sempat Linglung dan Sulit Diajak Bicara
Proses mengungkap identitas Ayi sempat menemui jalan buntu. Pria tersebut tampak trauma, linglung, dan sangat tertutup saat dimintai keterangan.
Tim relawan harus melakukan pendekatan secara perlahan agar ia tidak merasa tertekan.
“Awalnya seperti syok ketika melihat banyak orang. Diajak bicara susah. Tapi setelah pelan-pelan ditanya, dia menjawab namanya Ayi dan berasal dari Cianjur. Hanya itu yang dia ingat,” jelas Irfan.
Guna mendapatkan data yang akurat, Ayi akhirnya dibawa ke Kantor Kecamatan Cicurug. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan biometrik melalui pemindaian retina mata dan sidik jari yang terintegrasi dengan data KTP elektronik.
Dari sana, barulah diketahui bahwa ia adalah Ayi Solehudin, warga Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.
Kembali ke Pelukan Keluarga
Berbekal data tersebut, para relawan bergerak cepat menyebarkan informasi ke jaringan ambulans wilayah Sukabumi dan Cianjur.
“Kami berkoordinasi dengan Paguyuban Ambulans Cianjur dan berbagai relawan di sana. Informasi terus kami sebarkan sampai akhirnya keluarga berhasil ditemukan,” katanya.
Pencarian panjang itu pun berakhir manis. Pada malam harinya, pihak keluarga langsung bertolak ke Cicurug untuk menjemput Ayi.
Isak tangis mewarnai pertemuan tersebut setelah tiga tahun lamanya kehilangan kontak dan mengira Ayi tidak akan kembali.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih belum mengetahui bagaimana kronologi Ayi bisa bertahan hidup dan berpindah tempat hingga ke lereng Gunung Salak yang jaraknya sangat jauh dari kediaman mereka di Cianjur.
“Menurut pihak keluarga, beliau sudah hilang sekitar tiga tahun. Mereka juga tidak mengetahui kemana perginya. Sampai sekarang belum diketahui bagaimana bisa berada di Gunung Salak,” tutupnya. (FRA)
Editor : Fikri