| Suasana Audiensi Forum RT RW se-Kota Sukabumi ke DPRD Kota Sukabumi Beberapa Waktu Lalu (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Ketegangan antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan Forum RT/RW se-Kota Sukabumi kian memuncak. Isu mengenai legalitas forum yang dilontarkan oleh Wali Kota Sukabumi, ditambah dengan belum terealisasinya janji politik kepala daerah, memicu gelombang kekecewaan yang luas di kalangan pengurus lingkungan.
Di tengah aksi yang dilakukan, muncul isu pemakzulan Wali Kota yang dilontarkan oleh sebagian massa aksi. Menanggapi hal tersebut, perwakilan Forum RT/RW se-Kota Sukabumi, Levi, menegaskan bahwa secara kelembagaan, forum tidak menginstruksikan tuntutan pemakzulan.
"Kalau misalkan kami atas nama Forum, memang arah kami tidak ke sana. Cuman karena pada saat ini memang berbicara masalah RT dan RW juga memiliki pola pikir dan perspektif yang berbeda. Masing-masing orang juga pasti akan berbeda pemikiran. Ketika memang dirasa Wali Kota sudah tidak mampu untuk mengemban amanahnya sebagai kepala daerah, ya pasti beberapa dari massa aksi akan menyatakan seperti itu," ungkap Levi.
Levi menambahkan bahwa bahasa pemakzulan tersebut lebih merupakan bentuk ekspresi kekecewaan mendalam dari masyarakat yang merasa aspirasinya tidak terserap dengan baik.
Menuntut Diskusi Terbuka yang Adil
Forum RT/RW berencana untuk menggelar aksi susulan yang lebih luas. Melalui aksi tersebut, mereka mendesak agar Wali Kota Sukabumi bersedia melakukan diskusi dua arah yang terbuka bagi masyarakat, bukan sekadar audiensi satu arah seperti yang terjadi sebelumnya.
"Yang kedua, harapan kami ke Wali Kotanya itu adalah Wali Kota mampu menghadapi massa aksi untuk dapat dilakukan diskusi terbuka. Kenapa? Karena beberapa kali memang kami menerima undangan untuk dilakukan audiensi dengan Pak Wali Kota, akan tetapi membaca dari pengalaman beberapa kali, kan itu ya, pada saat kami melakukan audiensi yang forumnya ini dimiliki oleh Wali Kota, pasti diskusinya ini satu arah. Jadi tertutup," tegas Levi.
Harapan Sikap Legowo Kepala Daerah
Selain keterbukaan ruang diskusi, Forum RT/RW menekankan pentingnya sikap "legowo" dari seorang pemimpin daerah. Mereka berharap Wali Kota dapat menurunkan ego untuk mengakui kesalahan atau kekurangan dalam realisasi janji kampanye yang telah dijanjikan kepada masyarakat saat pemilihan kepala daerah.
"Jadi harapan kami, yang pertama adalah Wali Kotanya mampu menghadapi aksi massa. Yang keduanya, ya Wali Kota harus merasa legowo. Pada saat apa yang dia sampaikan, apa yang dia lontarkan, kemudian juga apa yang masyarakat hendaki, Wali Kota harus legowo untuk menerimanya gitu. Kalau memang misalkan salah, ya meminta maaf. Kalau misalkan memang dirasa ini keinginan rakyat, ya dikabulkan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Sukabumi belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana aksi susulan dan tuntutan yang disampaikan oleh Forum RT/RW tersebut. Situasi di lingkungan akar rumput pun diprediksi masih akan terus memanas selama belum ada titik temu antara pihak eksekutif dan para pengurus RT/RW.(FRA)
Editor : Fikri