| Kondiai Material Longsoran Dengan Panjang 50 meter dan Tinggi 5 meter Masih Dibiarkan Menumpuk dan Lokasinya Sangat Dekat Dengan Pemukiman Warga (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Warga Perumahan Griya Sukamaju Asri, Blok A, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, kini hidup dalam kecemasan. Sudah lebih dari dua pekan berlalu sejak bencana longsor memutus akses jalan lingkungan mereka pada Senin (4/5/2026) lalu, namun hingga kini belum ada upaya perbaikan konkret dari pemerintah daerah.
Material longsoran dengan panjang 50 meter dan tinggi 5 meter tersebut masih dibiarkan menumpuk, lokasinya pun sangat dekat dengan pemukiman warga. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam, terutama saat hujan deras kembali mengguyur, warga takut tanah akan kembali amblas dan mengancam keselamatan rumah mereka.
Yogi Gumelar H., salah seorang warga setempat, mengungkapkan rasa frustrasinya atas lambannya respons pemerintah. Padahal, terputusnya akses jalan tersebut sangat menghambat mobilitas warga sehari-hari.
"Sejak kejadian pada 4 Mei hingga 20 Mei kemarin, jujur saja belum ada tindakan atau upaya penanggulangan sama sekali dari pemerintah setempat," ujar Yogi, Senin (25/5/2026).
Menurut penuturan Yogi, meskipun pihak instansi terkait sempat meninjau lokasi, kunjungan tersebut hanya sebatas pengecekan lapangan tanpa diikuti dengan langkah operasional untuk memulihkan akses jalan maupun mitigasi bencana.
Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Sukalarang pada awal Mei lalu. Curah hujan ekstrem menyebabkan volume air sungai di dekat perumahan meluap akibat bendungan.
"Puncaknya terjadi sekitar pukul 13.53 WIB. Struktur tanah di sisi jalan tidak kuat lagi menahan gerusan air hingga akhirnya ambrol sepanjang 50 meter dengan ketinggian sekitar 5 meter," jelas Yogi.
Menghadapi ketidakpastian ini, pengurus lingkungan tidak berpangku tangan. Mereka telah menempuh jalur birokrasi resmi, mulai dari tingkat RT, Pemerintah Desa Sukamaju, hingga melayangkan laporan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.
Kini, warga hanya bisa berharap adanya respons cepat sebelum bencana susulan yang lebih besar terjadi.
"Kami meminta pemerintah daerah segera menurunkan alat berat atau minimal membangun turap penahan sementara. Jangan sampai menunggu longsor meluas dan memakan korban jiwa atau kerugian materi yang lebih besar," pungkas Yogi dengan nada mendesak.(FRA)
Editor : Fikri