KLIKSUKABUMI.COM – Bencana pergerakan tanah yang melanda Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan semakin mengkhawatirkan.
Eskalasi kerusakan terus meluas menyusul guyuran hujan deras yang melanda wilayah tersebut selama hampir sepekan terakhir.
Selain merusak rumah warga, dampak paling parah menimpa gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Ariyadul Falah milik Muhamad Abdul Muizzul Falah.
Bangunan yang sebelumnya menjadi tempat bernaung para santri kini mengalami kerusakan struktur yang sangat membahayakan hingga ambruk total.
Pimpinan Ponpes Ariyadul Falah, H. Abdul Muis, menceritakan detik-detik mencekam saat bangunan mulai retak. Ia mengaku sempat panik ketika mendengar suara struktur bangunan yang bergeser secara tiba-tiba tanpa ada peringatan alam sebelumnya.
"Awalnya lama-kelamaan semua bangunan itu retak. Saya juga pas dengar suara retakan panik juga. Selalu ada suara bunyi retakan tembok 'krek krek' seperti ada suara gemuruh," ujar H. Abdul Muis saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Muis menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi secara mendadak tanpa didahului oleh tanda-tanda seperti gempa bumi. "Dibilang ada isyarat gempa mah gak ada, tiba-tiba langsung retak aja gitu," tambahnya.
Akibat rusaknya fasilitas pesantren yang terdiri dari 16 kamar santri, dua komplek asrama laki-laki, satu komplek wanita, serta masjid, pihak pengelola terpaksa memulangkan seluruh santri.
Tercatat ada 80 santri dan santriwati yang kini harus kembali ke rumah masing-masing karena lokasi pendidikan mereka sudah tidak bisa ditempati.
"Saat ini santri dan santriwati sudah disuruh pulang dulu ke rumahnya masing-masing karena di sini mayoritas santrinya dari luar daerah Sukabumi. Karena gak ada tempat juga, semenjak pergerakan tanah sudah ambruk total," jelas Muis.
Hingga saat ini, Muis mengaku belum mendapatkan solusi konkret dari pemerintah setempat terkait keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM). Ia menaruh harapan besar pada uluran tangan para dermawan agar para santri bisa segera kembali menuntut ilmu.
"Gak ada solusi (dari pemerintah sejauh ini). Saya berharap adanya dermawan, saya juga lagi memikirkan bagaimana santri dan santriwati bisa belajar lagi," pungkasnya.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri