KLIKSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dalam sepekan terakhir memicu sederet bencana alam.
Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi per Rabu (25/2/2026), tiga kecamatan yakni Bantargadung, Nagrak, dan Waluran melaporkan kerusakan bangunan akibat pergerakan tanah dan angin kencang.
Di Kecamatan Bantargadung, tepatnya di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, fenomena pergerakan tanah terus mengancam pemukiman warga.
Dipicu hujan intensitas tinggi sejak Minggu (22/2), setidaknya 10 unit rumah dilaporkan mengalami rusak ringan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, retakan pada dinding dan lantai rumah warga terus bertambah luas hingga Rabu malam. Sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) dengan total 37 jiwa terdampak oleh kejadian ini.
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan terus melakukan pemantauan ketat.
"Kami terus memantau perkembangan di Kampung Cijambe sejak Senin hingga Rabu ini. Kondisi retakan pada dinding dan lantai rumah warga terpantau terus bertambah luas seiring dengan curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut," ujar Daeng saat dikonfirmasi pada Kamis (26/2/2026).
Selain pergerakan tanah, angin kencang juga menyebabkan kerusakan di Kecamatan Nagrak dan Waluran.
Di Desa Cihanyawar, Nagrak, sebuah pohon besar tumbang menimpa rumah milik Ibu Sari pada Selasa (24/2). Akibatnya, bagian atap rumah mengalami rusak sedang. Proses evakuasi pohon tersebut baru selesai dilakukan oleh tim gabungan pada Rabu siang.
Sementara itu, di Kampung Sukasirna, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, cuaca ekstrem pada Selasa dini hari mengakibatkan atap rumah milik Bapak Ata terbang terbawa angin.
Hujan deras yang disertai angin kencang membuat lima lembar asbes bagian atap rumah tersebut terlepas.
Menanggapi rentetan kejadian ini, Daeng Sutisna mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan durasi lama.
"Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang memicu beberapa insiden, mulai dari pohon tumbang di Nagrak hingga kerusakan atap rumah di Waluran. Beruntung proses evakuasi berjalan lancar dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," tambahnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, desa, serta unsur TNI/Polri untuk penanganan darurat di lokasi kejadian.
Daeng menekankan pentingnya pelaporan cepat dari warga jika melihat tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan adanya rekahan tanah baru atau pohon yang dinilai rawan tumbang. Koordinasi dengan relawan di lapangan terus kami perkuat untuk mempercepat respons penanggulangan bencana," tutupnya.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri