BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Viral Siswa Sukabumi Terjang Lumpur ke Sekolah, Warga: Kami Butuh Perbaikan Jalan daripada Makan Gratis

Status Jalan Milik Pemkab Sukabumi Hingga Tak Bisa Gunakan Anggaran Dana Desa
KLIKSUKABUMI.COM – Puluhan pelajar di Kampung Babakan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, harus bertaruh nyawa setiap hari demi menuntut ilmu. Akses jalan satu-satunya menuju sekolah kini berubah menjadi kubangan lumpur tebal yang nyaris mustahil dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan tiba.

Kondisi memprihatinkan ini mencuat ke publik setelah video dan foto perjuangan siswa SDN Sukamukti melintasi jalur tersebut viral di media sosial. Salah satu foto yang paling menyita perhatian memperlihatkan seorang siswa membawa poster berisi sindiran menohok terhadap prioritas kebijakan pemerintah pusat saat ini.

"Kami butuh perbaikan jalan daripada MBG!" tulis pesan dalam poster tersebut, merujuk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah.

Kerusakan jalan di wilayah ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun, tingginya intensitas hujan belakangan ini memperparah kondisi tanah hingga menjadi lumpur yang licin dan dalam. 

Akibatnya, banyak orang tua yang terpaksa menggendong anak-anak mereka agar tetap bisa sampai ke sekolah.

Siti Latipah, warga setempat, mengeluhkan betapa sulitnya akses tersebut karena merupakan jalan utama warga untuk bekerja dan sekolah. 

"Anak-anak mau ke sekolah juga repot harus digendong, dan seragam anak juga kadang suka kotor pas sudah sampai ke sekolah," ujar Siti Latipah, Selasa (10/2/2026).

Menurut Siti, medan yang licin membuat anak-anak sering terjatuh jika berjalan sendiri, sehingga orang tua tidak punya pilihan selain turun tangan mengawal mereka sejauh satu kilometer.

Kondisi ini merupakan imbas dari bencana longsor yang terjadi pada Januari lalu yang memutus jalan utama desa. Jalur yang saat ini dipenuhi lumpur tersebut sebenarnya adalah jalan baru yang dibuka secara swadaya oleh masyarakat.

Tokoh masyarakat setempat, Ustaz Syamsuloh (60), mengungkapkan keprihatinannya karena kendaraan bermotor sama sekali tidak bisa melintas. Ia menceritakan bagaimana rutinitas warga yang kini berubah menjadi penuh perjuangan.

"Motor tidak bisa lewat sama sekali. Anak sekolah tiap hari digendong. Sekolah Diniyah juga digendong sama ibu atau bapaknya. Ditungguin sebentar, nanti jam 10.00 balik lagi (digendong lagi)," tutur Syamsuloh.

Terkendala Status Jalan Pemda

Ketua RT 03/04 Kampung Babakan, Dedem, menegaskan bahwa lokasi yang viral tersebut memang berada di wilayahnya. 

Meski warga sudah berupaya melakukan kerja bakti secara gotong royong, upaya tersebut sia-sia karena tanah kembali menutup jalan setiap kali hujan turun.

Dedem menjelaskan bahwa kendala utama perbaikan permanen adalah status administrasi jalan tersebut yang bukan merupakan wewenang desa.

"Ini katanya jalan pemda (pemerintah daerah), jadi tidak bisa dibangun sama desa. Rusaknya sekitar 100 meter, tapi dampaknya besar," ungkap Dedem.

Kini, warga Kampung Babakan berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera bertindak melakukan perbaikan permanen. 

Mereka menuntut kepekaan pemerintah terhadap keselamatan 50 anak sekolah yang melintas di sana setiap hari sebelum jatuh korban jiwa di jalur maut tersebut.


Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri 

Viral Siswa Sukabumi Terjang Lumpur ke Sekolah, Warga: Kami Butuh Perbaikan Jalan daripada Makan Gratis
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin