KLIKSUKABUMI.COM – Aksi kriminalitas menimpa seorang remaja berinisial SS (18), warga Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
SS diduga menjadi korban pemerkosaan dan penyekapan oleh seorang pria yang berprofesi sebagai penagih bank keliling (bank emok).
Peristiwa memilukan ini terjadi sejak Sabtu malam (7/2/2026) hingga Selasa dini hari. Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Ajakan Main
Kejadian bermula saat pelaku mengajak korban untuk pergi bermain. SS mengaku tidak menaruh curiga karena pelaku merupakan sosok yang rutin datang ke rumahnya untuk menagih setoran harian ibunya sebesar Rp15 ribu.
"Saya enggak curiga apa-apa, soalnya niatnya cuma mau main," ujar SS saat memberikan keterangan, Selasa (10/2/2026).
Namun, niat baik korban justru dimanfaatkan pelaku. Di tengah perjalanan, situasi berubah mencekam saat pelaku mulai memaksa dan mengancam korban di atas sepeda motor.
Berdasarkan pengakuan korban, dugaan kekerasan seksual terjadi di dua lokasi berbeda. Pertama di wilayah Palabuhanratu pada Sabtu malam, kemudian berlanjut di sebuah penginapan di wilayah Cicurug pada Minggu malam.
Selama dalam penguasaan pelaku, SS tidak berdaya karena terus mendapat intimidasi verbal maupun fisik. Pelaku bahkan nekat mengeluarkan senjata tajam untuk membungkam korban.
"Dia mengeluarkan pisau kecil warna hitam dan bilang, ‘ngomong sekali lagi, kubunuh kamu’," ungkap SS mengenang momen mengerikan tersebut.
Korban sempat berupaya meminta pertolongan dengan mengirim pesan singkat kepada calon suaminya, namun aksi tersebut dipergoki oleh pelaku yang membuat ancaman semakin meningkat.
SS baru dipulangkan oleh pelaku pada Selasa dini hari (10/2/2026). Meski sempat diancam akan dibunuh jika melapor, SS memberanikan diri menceritakan tragedi tersebut kepada orang tua dan calon suaminya.
Akibat kejadian ini, SS mengalami trauma berat. Rencananya untuk mulai bekerja di kantor notaris pun harus tertunda. Hingga kini, korban berharap pihak terkait segera memberikan bantuan medis dan psikologis.
"Sakit, trauma pasti ada, dan aktivitas jadi terganggu. Harapannya pengen divisum dulu biar ada bukti, dan pelakunya dipenjarakan," tegasnya.
Pihak kepolisian bergerak cepat merespons laporan tersebut. Terduga pelaku sempat diamankan di Polsek Cicurug sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri