BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Tanda Tangan Penolakan Diabaikan, Tokoh Desa Sirnarasa Pertanyakan Keabsahan Sosialisasi Geothermal

Caption Foto : Bubuhan Tandatangan Forkopimcam, Desa dan Masyarakat Terkait Penolakan Proyek Geothermal
KLIKSUKABUMI.COM – Klaim kesepakatan positif yang dibangun PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) dalam pengembangan PLTP Cisolok-Cisukarame menuai protes keras dari tokoh masyarakat. 

Warga Desa Sirnarasa mempertanyakan urgensi sosialisasi yang dilakukan perusahaan, mengingat adanya dokumen penolakan resmi yang sebelumnya telah ditandatangani oleh aparat desa hingga kecamatan.

Ridwan Gunawan, dari Forum Masyarakat Desa Sirnarasa, menyatakan bahwa masyarakat saat ini merasa kecewa. 

Menurutnya, warga menganggap persoalan geothermal sudah final dan tidak akan masuk lagi ke wilayah mereka berdasarkan kesepakatan tertulis yang sudah ada.

"Sebenarnya masyarakat sudah merasa tenang dan nyaman karena menganggap semua permasalahan sudah selesai. Sudah dinyatakan bahwa geothermal itu tidak di situ, sesuai peraturan dan ditandatangani oleh masyarakat serta aparatnya (Kepala Desa dan Camat)," tegas Ridwan, Kamis (12/2/2026).

Sosialisasi Dianggap Tidak Representatif
Ridwan menilai kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pakar geologi dan vulkanologi tersebut tidak menyentuh warga yang terdampak langsung. 

Ia menuding peserta yang hadir bukanlah warga dari titik koordinat proyek yang paling krusial.

"Masyarakat yang datang tadi itu mungkin dari lingkungan yang tidak terlalu dekat dampaknya, seperti Kampung Ciptarasa dan Cisarua. Padahal yang berdekatan langsung itu wilayah Cigana dan Pamoyanan. Bahkan warga yang kemarin ikut demo penolakan tidak ada yang datang karena mereka pikir ini sudah beres," ungkapnya.

Ia juga menyayangkan sikap otoritas setempat yang seolah abai terhadap komitmen penolakan yang telah dibuat sebelumnya. 

"Buat apa ada tanda tangan dari Kepala Desa dan Camat tapi masih seperti ini? Kasihan warga yang datang tadi, mungkin mereka hanya mendapat informasi yang tidak utuh," tambah Ridwan.

Rencana Musyawarah Tandingan

Menyikapi langkah perusahaan yang tetap melanjutkan tahapan menuju target operasi 2029, Forum Masyarakat Desa Sirnarasa berencana menggelar musyawarah mufakat pada Minggu mendatang. 

Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan kembali suara warga yang merasa diklaim sepihak oleh narasi perusahaan.

"Insya Allah masyarakat nanti akan mengadakan kumpulan untuk mufakat, menghadirkan musyawarah hari Minggu nanti," ungkap dia.

Meskipun dalam sosialisasi tersebut para ahli dari Universitas Padjadjaran menjamin keamanan lereng dan stabilitas geologi melalui sistem reinjeksi, jurang komunikasi antara perusahaan dan warga di lapangan tampak semakin lebar. 

PT DMCG sendiri tetap optimis proyek berkapasitas 50 MW ini akan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga lokal Sukabumi. 



Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri
Tanda Tangan Penolakan Diabaikan, Tokoh Desa Sirnarasa Pertanyakan Keabsahan Sosialisasi Geothermal
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin