KLIKSUKABUMI.COM – Kepastian nasib seekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) yang sempat masuk ke permukiman warga di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya menemui titik terang.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat telah menginstruksikan agar primata dilindungi tersebut segera dikembalikan ke habitat aslinya di kawasan Gunung Walat.
Langkah ini diambil guna menjaga kelestarian satwa endemik tersebut sekaligus memastikan keamanannya dari interaksi manusia yang berlebihan.
Saat ini, Lutung Jawa tersebut berada dalam penanganan sementara komunitas Jaga Satwa Indonesia. Evakuasi dilakukan menggunakan sepeda motor pada Minggu (8/2) untuk membawa satwa tersebut ke lokasi transit sebelum observasi medis lanjutan.
Yusuf Maulana (34), warga yang pertama kali mengamankan primata tersebut, menyebutkan bahwa meski secara fisik terlihat sehat, satwa tersebut menunjukkan tanda-tanda stres akibat kerumunan warga.
“Sampai hari ini belum ada penjemputan untuk diobservasi ke habitatnya. Sementara ini dititipkan ke Jaga Satwa Indonesia, mereka sudah jemput satwanya pakai motor tanggal 8 hari Minggu kemarin,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).
Yusuf juga menambahkan pengamatannya terkait perilaku hewan tersebut selama dalam penjagaannya:
"Kondisi satwa cukup baik, tidak agresif, cuma agak stres saja kalau ada yang melihat. Tapi saya bukan dokter, jadi tidak bisa menilai secara medis, cuma saya lihat baik sejak terakhir 8 Januari," tambahnya.
Instruksi Pelepasliaran ke Gunung Walat
Berdasarkan koordinasi lapangan, tim BBKSDA Jawa Barat menilai satwa tersebut masih memiliki sifat liar yang kuat, sehingga layak untuk langsung dilepaskan kembali ke alam.
Gunung Walat dipilih karena ekosistemnya yang dinilai mampu mendukung kebutuhan hidup Lutung Jawa. Dalam instruksi resminya, pihak BBKSDA menegaskan:
“Sesuai dengan arahan pimpinan dan tim kami di lapangan, satwa tersebut bisa langsung dilepasliarkan di area Gunung Walat," terang Yusuf.
Pihak berwenang memberikan apresiasi tinggi kepada warga Kecamatan Cicantayan. Inisiatif warga yang melakukan evakuasi secara mandiri dan humanis dianggap sebagai contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap perlindungan satwa langka.
Langkah cepat warga ini tidak hanya menyelamatkan nyawa satwa, tetapi juga berhasil mencegah potensi konflik antara manusia dan hewan liar di area permukiman.
“Terima kasih atas kepeduliannya terhadap satwa liar dilindungi agar tetap lestari,” tulis pihak BBKSDA dalam pesan penutupnya kepada warga.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri