BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Marak Kasus Kekerasan Anak di Sukabumi, IJTI Tekankan Pentingnya Jurnalisme Positif dan Edukatif

Jurnalisme Positif Menjadi Tagline IJTI se-Indonesia
KLIKSUKABUMI.COM - Menanggapi rentetan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi belakangan ini, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya mempertegas komitmennya dalam mengawal jurnalisme positif.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tren pemberitaan yang terkadang mengabaikan etika demi mengejar kecepatan informasi, terutama yang bersumber dari media sosial.

Ketua IJTI Korda Sukabumi Raya, Apit Haeruman menyoroti fenomena di mana jurnalis dan meja redaksi kerap kehilangan kendali akibat tekanan arus informasi di media sosial. 

Ia menilai, dorongan untuk menjadi yang tercepat seringkali mengorbankan proses verifikasi yang krusial.

"Saya masih melihat karena ingin cepat, banyak redaksi yang masih memberitakan fenomena media sosial saat ini tanpa ada konfirmasi," ujar Apit saat dihubungi pada Kamis (26/2/2026).

Ia pun mengingatkan agar jurnalis tetap disiplin dalam melakukan konfirmasi agar informasi yang sampai ke publik tidak simpang siur, terutama pada kasus sensitif yang melibatkan anak-anak.

Pedoman Pemberitaan Ramah Anak sebagai Acuan

Apit menegaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi acuan jurnalis dalam melakukan peliputan kasus kekerasan anak di Sukabumi. 

Pilar tersebut adalah Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) bagi jurnalis visual, serta Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).

Menurutnya, pedoman yang dikeluarkan oleh Dewan Pers ini tidak hanya berlaku bagi wartawan di lapangan, tetapi juga wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran redaksi.

"Pedoman kita sebagai jurnalis sudah jelas, mulai dari kode etik jurnalistik, P3SPS bagi teman-teman jurnalis visual dan pemberitaan ramah anak yang telah dikeluarkan oleh dewan pers," jelas Apit.

Lebih jauh, IJTI berharap pemberitaan tidak hanya fokus pada sisi peristiwa, melainkan juga harus mengandung unsur edukasi bagi masyarakat. Edukasi ini berfungsi sebagai peringatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Dibutuhkan kepedulian dari semua pihak untuk melakukan pencegahan, dan media memiliki peran besar sebagai pemantik kesadaran tersebut.

"Semua redaksi pasti memiliki gayanya masing-masing dalam pemberitaan namun jangan lupa untuk memberikan edukasi sebagai trigger warning agar kasus terhadap anak tidak terulang," pungkasnya.


Kasus yang Menjadi Sorotan Publik

Saat ini, Sukabumi memang tengah didera beberapa kasus memilukan. Salah satunya adalah kasus seorang anak berusia 12 tahun yang diduga meninggal dunia akibat penyiksaan oleh ibu tiri di Kecamatan Surade.

Selain itu, publik juga menyoroti dugaan pencabulan terhadap santriwati yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan. 

Melalui penerapan jurnalisme positif, diharapkan media dapat mengawal kasus ini secara profesional sekaligus memberikan perlindungan terhadap identitas dan masa depan para korban.


Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri
Marak Kasus Kekerasan Anak di Sukabumi, IJTI Tekankan Pentingnya Jurnalisme Positif dan Edukatif
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin