KILKSUKABUMI.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkuat komitmennya dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi para pelajar melalui pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah strategis ini ditegaskan dalam rapat evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar di Pendopo Sukabumi pada Jumat (27/2/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa program nasional ini bukan sekadar pembagian makanan rutin, melainkan investasi besar bagi kesehatan generasi masa depan. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam mengawal program ini agar tepat sasaran.
"MBG adalah program luar biasa dari pemerintah pusat yang sangat membantu masyarakat, terutama pelajar. Oleh karena itu, dukungan, pengawasan, dan kontrol sosial dari semua pihak sangat diperlukan," tegas Ade.
Menaklukkan Tantangan Geografis dan Logistik
Mengingat Kabupaten Sukabumi memiliki topografi yang sangat luas, distribusi logistik menjadi salah satu tantangan utama yang harus diantisipasi.
Ade mengingatkan bahwa setiap porsi makanan harus dipastikan tetap segar dan higienis hingga sampai ke tangan siswa.
Ia menekankan agar seluruh pihak terkait tidak bekerja secara mekanis. Sensitivitas terhadap dinamika di lapangan, mulai dari ketepatan waktu hingga bagaimana menu tersebut diterima oleh para siswa, harus menjadi perhatian utama tim pelaksana.
Dalam rapat lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan hingga Dinas Ketahanan Pangan ini, evaluasi difokuskan pada aspek keamanan pangan.
Hal ini mencakup keterlibatan tenaga ahli gizi serta pelaksanaan uji laboratorium secara berkala untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi.
Selain itu, standar sanitasi di dapur SPPG juga menjadi perhatian serius guna memenuhi kriteria kesehatan lingkungan yang ketat.
Pemerintah daerah turut menjamin kelancaran logistik untuk menjaga ketepatan rantai pasok di seluruh wilayah, sembari mengoptimalkan peran petugas gizi dalam menyusun komposisi menu seimbang yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Saat ini, infrastruktur pendukung gizi di Kabupaten Sukabumi telah berkembang pesat dengan hadirnya 358 unit SPPG.
Kabar baiknya, pelayanan gizi kini telah tersebar merata dan menjangkau seluruh 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Namun, Ade mengingatkan agar kuantitas unit yang besar ini diimbangi dengan standar pelayanan yang sama di setiap titik.
"Cakupan ini harus dibarengi dengan kualitas pelayanan yang setara. Jangan sampai ada ketimpangan kualitas antara SPPG di wilayah kota dengan wilayah pelosok," tambah Ade.
Pemkab Sukabumi optimis, melalui pengawasan ketat dari hulu ke hilir, program Makan Bergizi Gratis ini akan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri