KLIKSUKABUMI.COM – Kanker tetap menjadi salah satu ancaman kesehatan paling mematikan di dunia, menempati posisi kedua setelah penyakit kardiovaskular sebagai penyebab kematian tertinggi global.
Memperingati Hari Kanker Sedunia 2026, data menunjukkan bahwa penyakit ini bertanggung jawab atas hampir 10 juta kematian pertahun, atau setara dengan 1 dari 6 kematian di seluruh dunia.
Di tingkat lokal, tren ini tercermin dalam data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Berdasarkan laporan dari fasilitas kesehatan utama seperti RSUD R. Syamsudin, S.H. dan RS Bhayangkara, kanker payudara, leher rahim (serviks), dan paru-paru masih mendominasi angka kesakitan serta kematian warga.
Hingga awal tahun 2026, RSUD R. Syamsudin mencatat distribusi kasus baru dan angka kematian yang signifikan, kanker payudara 46 kasus baru. kanker leher rahim, 32 kasus baru dengan 3 angka kematian.
Kanker paru, 23 kasus baru dan 1 kematian (ditambah 1 kematian di RS Bhayangkara).kanker kolorektal: 20 kasus baru dengan 1 angka kematian.
Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama
Kanker ditandai dengan pertumbuhan sel tidak normal yang tidak terkendali dan dapat menyerang bagian tubuh lain. Faktor risiko utama yang memicu kondisi ini adalah gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, pola makan (diet) tidak seimbang, serta kurangnya aktivitas fisik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, drg. Wita Darmawanti, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melakukan deteksi dini agar angka harapan hidup pasien meningkat.
"Kanker adalah penyakit yang sangat mematikan jika tidak ditangani sedini mungkin. Kami sangat menganjurkan masyarakat untuk menerapkan perilaku CERDIK, Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres sebagai langkah preventif utama menghadapi ancaman kanker yang prevalensinya terus meningkat," ujar Wita.
Dengan tingkat kematian akibat kanker yang secara medis dapat mencapai 59,24% jika terlambat ditangani, langkah pencegahan menjadi harga mati.
Pemerintah mengimbau warga untuk tidak menunggu gejala muncul, melainkan aktif melakukan skrining kesehatan di puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi warga Kota Sukabumi untuk mengevaluasi gaya hidup demi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman kanker.(FKR)