KLIKSUKABUMI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi memberikan perhatian serius terhadap kasus kematian tragis NS (12), seorang pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade.
Korban diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh ibu tirinya sendiri.
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan keadilan bagi korban melalui proses hukum yang transparan serta memulihkan kondisi mental keluarga.
Agus menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim ahli untuk memberikan pendampingan psikologis. Layanan ini tersedia baik atas permintaan keluarga maupun kebutuhan penyidikan kepolisian.
"Tugas kami di sini adalah mendampingi keluarga korban secara psikologis. Seperti halnya kemarin, jika pihak kepolisian atau keluarga meminta, kami langsung turun ke lapangan. Tugas kami mengawal agar pemeriksaan di tingkat APH berjalan transparan dan objektif," ujar Agus Sanusi saat diwawancarai pada Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan bahwa transparansi sangat krusial untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian remaja malang tersebut.
Saat ini, DP3A tengah menunggu hasil pemeriksaan medis dan autopsi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui DP3A berkomitmen agar kasus ini diusut hingga tuntas tanpa ada fakta yang ditutup-tupi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan anak dan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Kami semua mendorong, atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, agar proses ini berjalan maksimal. Jangan sampai ada hal-hal serupa terjadi lagi di kemudian hari," tegas Agus.
Dalam menangani kasus-kasus kekerasan, DP3A mengandalkan tim "Sigap" yang tersebar di berbagai titik untuk melaporkan dan mengawal setiap kejadian secara cepat. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga telah dilakukan sejak awal laporan terkait NS muncul ke permukaan.
Sebagai penutup, Agus meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia berharap warga tidak terjebak dalam asumsi yang tidak berdasar sebelum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.
"Kami mengimbau kepada warga masyarakat agar jangan berspekulasi terhadap berita-berita yang kurang baik saat ini. Tunggu saja nanti hasil resmi dari aparat penegak hukum Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.
Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri