BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Dinkes Sukabumi Buka Suara Terkait Isu Fenomena Super Flu, Warga Diminta Waspada

Dinkes Ingatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Penangkal
KLIKSUKABUMI.COM – Belakangan ini, publik mulai diresahkan dengan isu kemunculan fenomena "Super Flu", yakni varian flu yang disebut-sebut memiliki gejala lebih berat dibandingkan flu biasa. 

Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai adanya kasus spesifik kategori Super Flu di wilayah Sukabumi. 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa mutasi virus adalah proses alami yang tidak bisa dihindari.

"Kalau secara data, saya belum mendapatkan laporan. Tetapi bukan tidak mungkin jenis virus itu ada. Apapun jenis penyakitnya, virusnya, atau mikrobakterinya, kunci utamanya adalah daya tahan tubuh kita," ujar Masykur, Senin (9/2/2026).

Mirip Gejala COVID-19 di Awal Muncul

Masykur menjelaskan bahwa secara klinis, gejala Super Flu memiliki kemiripan dengan common cold atau flu biasa. Ia menganalogikan fenomena ini dengan kemunculan COVID-19 beberapa tahun silam, di mana gejala terasa berat pada fase awal karena imunitas masyarakat yang belum siap.

"Prinsipnya sama dengan varian COVID. Di awal mungkin terasa berat, terutama bagi mereka yang respon imunitasnya kurang baik. Tapi jika daya tahan tubuh kuat, virus itu akan kalah," jelasnya.

Sebagai garda terdepan kesehatan di daerah, Masykur menekankan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah senjata paling ampuh. Ia pun memberikan teladan dengan rutin berolahraga, mulai dari bersepeda, tenis, hingga gym untuk menjaga kebugaran.

Ia mengajak warga Kabupaten Sukabumi untuk tidak hanya mengandalkan obat-obatan, tetapi fokus pada pencegahan melalui gerak fisik dan asupan nutrisi yang baik.

“Saya berupaya, sebelum menyehatkan masyarakat, diri saya harus sehat dulu. Masyarakat juga harus begitu, gerakkan badan dan perhatikan apa yang dimakan. Itulah benteng utama kita," tambahnya.

Selain isu Super Flu, Dinkes Kabupaten Sukabumi juga menyoroti tren penyakit lain yang dipicu oleh faktor cuaca. Berdasarkan pantauan lapangan, terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penyakit kulit akibat tingginya curah hujan.

“Saat ini mayoritas memang common cold dan kemarin sempat ada kenaikan DBD serta penyakit kulit. Mengingat cuaca yang terus diguyur hujan, faktor lingkungan menjadi krusial," pungkas Masykur.


Reporter : F. Alfi
Editor : Fikri

Dinkes Sukabumi Buka Suara Terkait Isu Fenomena Super Flu, Warga Diminta Waspada
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin