KLIKSUKABUMI.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat guna merespons potret buram akses pendidikan di Jampangtengah. Puluhan pelajar diketahui harus bertaruh nyawa menyeberangi derasnya Sungai Cimandiri akibat terputusnya Jembatan Leuwidinding, satu-satunya akses utama menuju sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. Masalah ini kini telah menjadi agenda prioritas, bahkan masuk dalam pengawasan pemerintah pusat.
Keselamatan Siswa Jadi Prioritas Utama
Kondisi jembatan gantung sepanjang 40 meter yang rusak parah tersebut dinilai sangat membahayakan. Deden menekankan bahwa perbaikan sekadarnya tidak lagi menjadi opsi, melainkan pembangunan infrastruktur permanen yang tahan terhadap bencana.
“Kami menegaskan bahwa keselamatan akses pendidikan adalah harga mati. Pak Gubernur (KDM) sudah melakukan pendataan, dan program Bapak Presiden memang memberikan atensi khusus pada jembatan-jembatan yang menjadi jalur utama sekolah,” tegas Deden saat ditemui pada Jumat (23/01/2026).
Mengingat wilayah Jampangtengah masuk dalam zona rawan bencana, Disdik Sukabumi mendorong adanya solusi komprehensif. Upaya ini melibatkan sinkronisasi anggaran antara APBD Kabupaten Sukabumi dan bantuan dana dari pemerintah pusat (APBN).
Beberapa poin utama dalam langkah percepatan ini melibatkan pemerintah provinsi untuk sinkronisasi data infrastruktur pendidikan.
"Bupati Sukabumi tengah memimpin rapat koordinasi khusus bersama seluruh pemangku kepentingan guna menentukan langkah teknis mengalihkan konsep jembatan darurat menjadi jembatan permanen untuk mengantisipasi luapan Sungai Cimandiri di masa depan," ungkap Deden.
Deden berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dapat segera merealisasikan pembangunan fisik di lapangan dalam waktu dekat.
“Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada lagi siswa yang dihantui risiko saat melintasi aliran Sungai Cimandiri,” pungkasnya.(FRA)