KLIKSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Kampung Kemang, Desa Cicantayan, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (24/1/2026) siang.
Bencana ini mengakibatkan kompleks pendidikan Al Madhoriyah yang menaungi PAUD dan Madrasah Diniyyah (MD) mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kerusakan terjadi secara bertahap dalam hitungan jam. Aaz Azizah, salah seorang guru di lokasi, menyaksikan langsung bagaimana material bangunan terbang terbawa angin kencang.
"Saya lagi rapat di Pasirpogor, lalu ditelepon adik katanya genteng sekolah kena angin. Begitu saya pulang, ternyata benar. Sejam kemudian, bangunan Madrasah Diniyyah juga ikut kena. Saya melihat persis materialnya terbang dan jatuh ke sawah," ujar Aaz saat memberikan keterangan.
Beruntung, pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa yang masih berada di lingkungan sekolah saat tanda-tanda bahaya muncul. Meski tidak ada korban jiwa, dilaporkan seorang pedagang lanjut usia sempat terkena reruntuhan material.
"Alhamdulillah waktu kejadian banyak anak-anak, langsung saya suruh pulang semuanya. Tidak ada korban jiwa, hanya ada seorang bapak penjual agar-agar yang sudah tua sempat terkena benturan material, tapi kondisinya aman," tambah Aaz.
Kerusakan Bangunan dan Nasib Siswa
Data sementara menunjukkan sebanyak lima ruangan rusak berat. Gedung yang didirikan sejak tahun 2015 tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap, eternit, hingga keretakan pada struktur tembok.
Lia Juliyanti, pengelola PAUD dan MD Al Madhoriyah, menjelaskan bahwa kerusakan satu ruangan merembet ke bagian lain karena sistem sekat bangunan. Kondisi ini memaksa puluhan siswa harus mengungsi demi keamanan.
"Atap dan eternit sudah bolong-bolong, temboknya juga pecah. Karena ruangan disekat, kerusakan satu sisi merembet ke yang lain. Untuk sementara, 37 siswa PAUD kami pindahkan belajarnya ke majelis taklim terdekat agar tetap bisa sekolah," jelas Lia.
Saat ini, total 130 siswa terdampak akibat lumpuhnya fasilitas pendidikan tersebut. Pihak pengelola berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan, mengingat gedung tersebut merupakan satu-satunya sarana pendidikan bagi warga sekitar.
"Harapannya mudah-mudahan segera ada bantuan dari pemerintah, karena gedung ini adalah jantung pendidikan bagi anak-anak kami di sini," pungkas Lia.(FRA)