KLIKSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kota Sukabumi pada Minggu (25/01/2026) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melaporkan kerusakan terjadi di sembilan titik lokasi yang tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari pemukiman warga hingga bangunan pendidikan.
Hingga pukul 14.17 WIB, dampak kerusakan paling signifikan tercatat di wilayah Kecamatan Lembursitu, Warudoyong, dan Cibeureum. Jenis kerusakan bervariasi, didominasi oleh atap rumah yang terbawa angin serta pohon tumbang.
Dampak Kerusakan di Berbagai Wilayah
Kecamatan Lembursitu menjadi wilayah terdampak paling banyak.
Beberapa titik yang mengalami kerusakan meliputi Kampung Selakaso,Loa Copong, dan Kadulawang, kerusakan atap rumah warga.
Wilayah Nanggerang dan Cicadas Hilir mengalami dampak kerusakan bangunan. Kelurahan Sindangsari satu pohon tumbang menghambat aktivitas (sudah ditangani tim reaksi cepat).
Sementara itu, di Kecamatan Warudoyong, sebuah bangunan Pesantren JMT di Kampung Salaeurih, Kelurahan Dayeuh Luhur, dilaporkan ambruk. Kerusakan rumah warga juga terjadi di Gang Berdikari, Kelurahan Benteng.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyatakan bahwa seluruh personel telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pendataan.
"Hingga siang ini pukul 14.17 WIB, tim di lapangan masih terus melakukan pendataan dan evakuasi terhadap material bangunan. Mayoritas laporan yang masuk adalah kerusakan atap rumah yang terbawa angin serta adanya satu bangunan pesantren yang ambruk di wilayah Warudoyong," tutur Yoseph Sabaruddin dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa bangunan pesantren tersebut ambruk diduga karena tidak kuat menahan terpaan angin kencang dan hujan yang turun bersamaan.
Saat ini, petugas BPBD fokus pada pemberian bantuan darurat dan memastikan keamanan struktur bangunan yang terdampak.
Mengingat potensi cuaca ekstrem susulan masih ada dalam beberapa hari ke depan, masyarakat Kota Sukabumi diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap ancaman pohon tumbang dan kerusakan atap bangunan.(FRA)