KLIKSUKABUMI.COM – Kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan. Jalan Raya Pakuwon yang menjadi urat nadi penghubung tiga kecamatan yaitu Parungkuda, Parakansalak, dan Klapanunggal mengalami kerusakan parah sepanjang 5 kilometer.
Kecewa karena tak kunjung mendapat perhatian pemerintah, warga akhirnya turun tangan melakukan perbaikan secara swadaya pada Rabu (29/1/2026).
Melihat angka kecelakaan yang terus meningkat, komunitas masyarakat yang tergabung bersama sopir angkot, tukang ojek, hingga sopir truk bergotong royong menambal lubang jalan.
Dana perbaikan tersebut murni berasal dari donasi warga, tanpa sepeser pun bantuan dari kas daerah.
"Kami rakyat butuh jalan baik, tapi dari kabupaten tidak menanggapi keluhan masyarakat. Akhirnya kami berinisiatif melakukan kerja bakti. Biayanya dari warga, oleh warga, dan untuk warga," ujar Deden (42) warga Desa Bojonglongok saat ditemui di lokasi aksi.
Dua Dekade Tanpa Solusi Permanen
Kerusakan jalan berstatus jalan kabupaten ini bukan cerita baru. Menurut penuturan warga, kondisi jalan sudah terbengkalai selama hampir 20 tahun.
Dahulu, kualitas jalan sempat terjaga berkat bantuan perusahaan pengeboran panas bumi (Unocal) yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, sejak rute operasional dialihkan ke jalur Cikidang, pemeliharaan jalan seolah terhenti total.
Upaya pemerintah daerah selama ini dinilai hanya formalitas belaka. Program "tambal sulam" yang pernah dilakukan terbukti tidak efektif.
"Dulu pernah diperbaiki dengan cara ditambal, tapi hanya bertahan 4 hari. Hari kelima sudah bolong-bolong lagi. Kami tidak tahu teknisnya bagaimana sampai bisa secepat itu rusak kembali," tambah Deden dengan nada kecewa.
Dampak Ekonomi dan Keselamatan
Kerusakan jalan sepanjang 5 kilometer ini berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan. Sering terjadi kecelakaan tunggal bagi pengendara motor. Tak hanya itu, truk bermuatan sering terguling atau muatannya tumpah akibat lubang yang dalam.
Terhambatnya distribusi hasil bumi dari desa ke kota memicu biaya angkut lebih tinggi seringkali dikeluhkan tanpa ada kepastian.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera melakukan betonisasi atau pengaspalan ulang secara menyeluruh, bukan sekadar penambalan yang bersifat sementara.
Bagi mereka, jalan yang layak adalah kunci utama kesejahteraan ekonomi masyarakat di tiga kecamatan tersebut.(FKR)