BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Temuan Ulat di Menu Makan Bergizi Gratis SDN Nangerang Sukabumi, Pengelola Minta Maaf

Ulat Menyerupai Belatung Ditemukan di Irisan Tomat dan Timun dan Berbau
KLIKSUKABUMI.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan tajam. Pada Kamis (29/1/2026), sejumlah siswa melaporkan adanya temuan ulat atau belatung pada paket makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padabeunghar.

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB saat pihak sekolah membagikan menu nasi kuning dengan lauk ayam serundeng, tahu, tempe, serta irisan tomat dan mentimun. 

Kegaduhan muncul ketika siswa kelas 5 melihat ulat bergerak di sela-sela sayuran mereka.

Rizal M, salah satu pengajar di SDN Nangerang, menyebutkan bahwa laporan serupa juga datang dari kelas lain terkait kondisi lauk yang tidak segar.

“Benar, ada belatung pada irisan tomat dan mentimun di lima omprengan siswa kelas lima. Selain itu, ada laporan juga dari kelas empat dan kelas enam bahwa tempenya sudah berbau,” ungkap Rizal.

Respons Pengelola, Akui Kelalaian pada Sayuran

Menanggapi insiden tersebut, Yayasan Indhifa Multi Talenta selaku pengelola SPPG Padabeunghar langsung melakukan kunjungan ke sekolah untuk evaluasi. Kepala SPPG, M. Sidiq Supriyanto, menyampaikan permohonan maaf namun memberikan klarifikasi terkait kondisi tempe.

“Pihak SPPG membenarkan adanya temuan belatung yang bersumber dari bahan sayuran timun dan tomat. Namun, terkait pernyataan tempe berbau, pihak SPPG menegaskan hal tersebut tidak benar,” jelas Sidiq.

Sidiq menegaskan bahwa tempe yang digunakan adalah pasokan segar dari warga lokal. Berdasarkan pengecekan pada sampel makanan (ompreng kontrol) di dapur produksi, pihaknya mengklaim tidak ditemukan indikasi aroma busuk maupun ulat.

Menyikapi laporan ini, Kapolsek Jampangtengah bersama Babinsa Desa Bantarpanjang segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur produksi SPPG. Petugas melakukan pengecekan standar kebersihan dan mencicipi menu cadangan, yang saat itu dilaporkan dalam kondisi normal.

Pihak pengelola menegaskan kejadian ini merupakan kasus insidental. Meskipun demikian, pihak sekolah dan orang tua siswa mendesak adanya pengawasan kualitas (quality control) yang lebih ketat ke depannya. 

Mereka berharap program yang bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak ini tidak justru menimbulkan risiko kesehatan akibat kelalaian sanitasi bahan makanan.(FKR)
Temuan Ulat di Menu Makan Bergizi Gratis SDN Nangerang Sukabumi, Pengelola Minta Maaf
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin