Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat insiden ini tersebar di beberapa kecamatan hingga pukul 18.01 WIB.
Dari data sementara yang dirilis BPBD, kejadian didominasi oleh banjir limpasan yang mencapai 16 titik, menyebar mulai dari Kelurahan Warudoyong, Gedong Panjang, Cipanengah, hingga Limusnunggal.
Selain itu, dilaporkan juga satu kejadian longsor di Kelurahan Dayeuh Luhur dan dua kasus pohon tumbang di Kelurahan Cibeureum Hilir dan Kelurahan Situ Mekar.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengungkapkan bahwa tingginya intensitas curah hujan bukan satu-satunya faktor penyebab.
Ia menyoroti beberapa masalah infrastruktur dan lingkungan yang memperparah dampak bencana.
"Penyebab utamanya bukan hanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan sumbangan air dari hulu utara Kota Sukabumi, tetapi juga karena banyak drainase yang tidak berfungsi, penyempitan aliran, dan pendangkalan di beberapa titik," ujar Yoseph Sabaruddin.
Yoseph menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penanganan darurat dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi jangka panjang.
"BPBD berupaya mengevakuasi material penyebab serta material yang terdampak di warga. Kami juga berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk mencari solusi. Secara umum, perlu adanya revitalisasi aliran sungai,” ungkapnya.
Menurutnya, solusi di lapangan yang harus dilakukan adalah penertiban bangunan liar (Bangli) serta alih fungsi lahan di bantaran sungai dan drainase, serta melakukan pengerukan di lokasi yang mengalami pendangkalan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. (FRA)
