BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Viral, Prank Perayaan Hari Guru di SMPN 1 Cicurug Jadi Sorotan Netizen

Video Prank Perayaan Hari Guru Viral di Media Sosial
Cicurug, Sukabumi – Perayaan Hari Guru Nasional di SMP Negeri 1 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/11), berakhir dengan kejutan yang tak terduga dan kini menjadi perbincangan hangat. 

Kepala Sekolah, Kandar, sempat dibuat panik dan tegang luar biasa setelah "dijebak" dalam sebuah skenario seolah-olah ada siswanya yang terlibat tawuran dan sedang ditangani oleh pihak kepolisian.

Insiden yang memicu emosi tinggi ini ternyata adalah prank Hari Guru yang telah disiapkan matang-matang sebagai bentuk apresiasi dari para guru dan siswa.

Kandar menjelaskan bahwa perayaan Hari Guru sengaja dimajukan ke hari Senin karena akan ada upacara peringatan tingkat kecamatan pada hari berikutnya. Pagi itu, seluruh petugas upacara di sekolah adalah para guru.

"Kita tidak ada sedikitpun mengira akan terjadi seperti itu," ujar Kandar, Jumat (28/11/2025).

Kecurigaan kecil sempat muncul setelah upacara selesai, saat ia melihat beberapa pergerakan guru. Ia sempat bertanya kepada guru kesiswaan dan mengira ada yang sakit atau pingsan, mengingat riwayat kejadian sebelumnya.

"Saya khawatirnya ada yang sakit karena sebelumnya setiap upacara ada yang pingsan sampai dibawa ke klinik. Guru juga sudah menyampaikan, mungkin itu prank. Jadi, ya sudah, saya tidak terlalu menghiraukan," katanya.

Namun, ketegangan mencapai puncaknya ketika seorang guru menghampirinya. 

"Katanya Bapak ditunggu sama Kapolsek di depan. Saya jadi bertanya-tanya, ada apa ini? Saya khawatir apakah ada siswa yang tawuran atau apa yang terjadi," kenangnya.

Saat bergegas ke depan sekolah, ia tidak menemukan Kapolsek. Ia justru diarahkan ke lapangan, di mana kebingungannya semakin menjadi.

"Barulah saya pergi ke lapangan. Ternyata di lapangan itu anak-anak sudah dibariskan, dijajarkan oleh Polisi. Mereka disuruh membuka tasnya," jelas Kandar.

Ia sempat sedikit lega karena polisi tidak menemukan senjata tajam (sajam) atau barang berbahaya lainnya di dalam tas siswa. Namun, suasana panik memuncak ketika ditemukan salah satu tas siswa berisi obat-obatan, yang seketika membuat Kandar kecewa dan emosi.

"Saking kagetnya, kok ada anak-anak kita yang tawuran? Padahal standar di sekolah kita itu, anak-anak ketika terlibat dalam masalah seperti itu, sanksinya akan tinggi, tidak sedikit pun kita mentoleransi," tegasnya.

Ia menggambarkan betapa seriusnya situasi tersebut dalam benaknya. "Semua guru juga melihat bagaimana saya tegangnya, emosi saya juga memuncak. Wah, ini mah serius, dalam pikiran saya sudah itu," tambahnya.

Setelah polisi memintanya tenang dan mengajaknya ke kantor, kejutan yang sesungguhnya pun terungkap.

"Sesudah itu, tiba-tiba dari salah satu sudut di sekolah itu ada asap, entah itu apa namanya. Ternyata itu prank. Sampai saya mengusap-ngusap dada, sampai kaget," tutup Kandar.

Anak-anak kemudian meminta maaf kepadanya karena telah membuatnya merasakan kekhawatiran yang luar biasa. 

"Akhirnya di sana anak-anak juga minta maaf ke saya karena mungkin saya yang paling luar biasa merasakan khawatirnya," imbuhnya.


Kolaborasi dan Pesan Mendalam


Kandar mengungkapkan bahwa ide kejutan ini merupakan kolaborasi antara guru, siswa, dan aparat. Guru serta siswa bahkan sempat meminta izin kepada Babinsa untuk melancarkan ide tersebut. 

Pihak sekolah, Babinsa, dan kepolisian kemudian berkoordinasi untuk mengatur batasan agar prank tidak menimbulkan dampak negatif.

Menurut Kandar, makna yang mendalam dari kejadian ini adalah tentang kekhawatiran seorang guru terhadap anak didiknya.

"Yang namanya guru itu selalu khawatir kepada anak didiknya, walaupun bukan anak sendiri. Kadang-kadang kita lebih memikirkan mereka daripada anak-anak sendiri," katanya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan penting kepada para siswa. "Pintar saja kita tidak cukup, yang lebih utama itu adalah karakter kita. Oleh karena itu, jagalah diri kalian, bertemanlah dengan orang-orang yang baik sehingga tidak meracuni kehidupan kalian untuk masa yang akan datang,” tutupnya.(FRA)
Viral, Prank Perayaan Hari Guru di SMPN 1 Cicurug Jadi Sorotan Netizen
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin