Banyak warga mengungkapkan bahwa suara bising dari knalpot tidak standar sangat mengganggu kenyamanan, terutama pada malam hari dan jam istirahat. Oleh karena itu, masyarakat berharap kegiatan penertiban ini tidak berhenti dan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Yoga Permana Setiawan, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan respon positif yang diberikan oleh masyarakat terhadap penindakan knalpot brong ini. Menurutnya, penertiban dilakukan demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Sukabumi. Penertiban knalpot brong ini memang kami lakukan berdasarkan keluhan dan aspirasi warga yang merasa terganggu dengan suara bising. Respon positif dari masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga kondusivitas wilayah," ujar Ipda Yoga Permana Setiawan.
Ia juga menegaskan bahwa operasi penertiban ini akan terus berlanjut secara berkala di berbagai titik rawan di wilayah hukum Polres Sukabumi. Selain melakukan penindakan, petugas di lapangan juga memberikan edukasi kepada para pengendara agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan komponen kendaraan yang standar.
"Kegiatan ini akan terus kami laksanakan secara rutin. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya para pemuda, untuk tidak lagi menggunakan knalpot brong demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama di jalan raya," pungkas Ipda Yoga.
Dukungan nyata atas razia ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Galang Ardian, seorang warga Cibadak, mengungkapkan rasa terimakasihnya atas tindakan sigap pihak kepolisian dan berharap operasi semacam ini dapat dijalankan secara konsisten.
"Penertiban knalpot brong ini sangat bagus dan kami meresponsnya secara positif. Suara knalpot bising selama ini sangat mengganggu kenyamanan, terutama saat malam hari dan waktu beristirahat. Kami dari masyarakat tentu berharap kegiatan penertiban ini bisa terus berlangsung secara berkala," tutur Galang Ardian, warga Cibadak. (Fan)
