Peristiwa ini bermula saat Mila (18) beserta dua teman perempuannya tengah berjalan kaki sepulang menonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola Piala ASEAN antara Timnas Indonesia melawan Thailand.
Saat sedang asyik berjalan pulang, ketiganya tiba-tiba dihampiri oleh pelaku yang berada dalam pengaruh minuman keras (mabuk). Pelaku mencoba sok kenal dan menanyakan asal usul mereka.
Mila, yang berjalan sedikit di depan kedua temannya, merasa terancam dan curiga melihat gelagat pria tersebut. Ia pun memutuskan untuk mempercepat langkahnya. Nahas, pelaku justru menyasar kedua teman Mila yang berjalan di belakang. Pria tersebut secara tiba-tiba meremas payudara kedua korban hingga memicu cekcok.
"Dia (pelaku) awalnya tanya-tanya, katanya 'orang mana?'. Aku kan jalan agak di depan, teman aku dua orang di belakang. Karena merasa orang ini nggak benar, aku jalan terus. Tiba-tiba teman aku teriak dan tarik-tarik baju dia karena payudaranya dipegang," ungkap Mila menceritakan kronologi kejadian.
Mendengar teriakan korban, warga di sekitar Jalan Ahmad Yani langsung bertindak sigap dan mengamankan pelaku yang hendak melarikan diri. Massa yang emosi dengan aksi pelecehan tersebut sempat menghadiahi pelaku dengan pukulan.
Lucunya, pelaku yang saat beraksi tampak berani, justru langsung menangis histeris. Ia bahkan mencoba mengelabui warga dengan berpura-pura pingsan demi menghindari amukan massa yang semakin ramai berkerumun.
Beruntung, dua mobil unit dari Kepolisian Sektor (Polsek) Cikole segera tiba di lokasi kejadian. Petugas kepolisian dengan cepat mengevakuasi pelaku dari kerumunan massa yang ricuh dan menggotongnya masuk ke dalam mobil polisi.
Kini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Cikole. Polisi juga turut membawa korban untuk dimintai keterangan dan memproses kasus pelecehan seksual ini secara hukum. Kasusnya saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.(FKR)
