Mendapat informasi tersebut dari Kepala Puskesmas Gunungguruh, aparat kepolisian bergerak cepat menuju lokasi.
"Informasi awal dari Puskesmas pada Minggu siang, ada 27 warga yang mendadak sakit diare," kata Kapolsek Gunungguruh, IPDA Suhendar, Senin (5/10/2026).
Warga yang jatuh sakit diketahui berasal dari tiga titik berbeda, yaitu Kampung Gunungguruh, Kampung Lebak Muncang, dan Kampung Legok Nyenang. Menyadari sebarannya cukup luas, petugas langsung melakukan penyisiran.
"Kami bersama Babinsa, Pemdes, dan tenaga kesehatan langsung turun mengecek dari rumah ke rumah," ujarnya.
Dalam proses pemeriksaan medis keliling tersebut, petugas menemukan seorang ibu hamil yang ikut menjadi korban. Langkah evakuasi segera diprioritaskan untuk keselamatan ibu dan kandungannya.
"Satu ibu hamil langsung kami rujuk dan bawa ke Poned Puskesmas agar penanganannya lebih maksimal," ucapnya.
Berkat penanganan yang sigap dari rumah ke rumah, kondisi terburuk berhasil dicegah. Saat ini, 17 warga dilaporkan sudah berangsur pulih, sementara 9 lainnya masih dalam pantauan petugas medis.
"Kuat dugaan ini karena air minum yang tidak sehat, namun situasi secara umum saat ini sudah aman dan terkendali," tutur IPDA Suhendar menutup laporannya. (FRA)
.jpeg)