Ketua Pelaksana sekaligus pemilik Jaraido, Raden Bagus Sestoyo, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian kejuaraan tahun ini.
Total peserta mencapai 1.623 pesilat dari 103 kontingen yang berasal dari 16 provinsi, dengan peserta terjauh datang dari Papua.
"Tuntutan dari PB IPSI pusat adalah 15 provinsi. Alhamdulillah yang ikut di event Jaraido ketiga ini mencapai 16 provinsi," ungkap Sestoyo, Sabtu (3/10/2026).
Kejuaraan ini mempertandingkan kategori tanding dan seni tunggal baku, mulai dari usia dini hingga dewasa.
Selain melestarikan budaya, acara ini bertujuan sebagai wadah pembentukan karakter pemuda.
Dukungan senada datang dari Pendiri Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP), H. Dadang Kuswandi. Menurutnya, kejuaraan ini adalah ruang strategis untuk membentuk mental dan kedisiplinan.
“Kejuaraan ini bukan sekadar mencari juara, tapi wadah anak muda mendapat pengalaman dan berani mengembangkan potensinya,” ujar Dadang.
Ia berpesan agar para atlet berani tampil dan disiplin berlatih karena menang atau kalah merupakan bagian dari proses.
“Kami dari RIAP akan terus mendukung kegiatan positif yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk berprestasi,” tegasnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo. Ia mengingatkan para pesilat untuk menjadikan gelanggang sebagai tempat menempa sportivitas, bukan permusuhan.
"Jadikan prestasi olahraga ini sebagai jalan untuk menjauhkan generasi muda dari narkoba, tawuran, dan geng motor," tegas AKBP Sentot.
Dampak positif dari kejuaraan di GOR Lapdek Kota Sukabumi ini sangat dirasakan oleh para atlet muda.
Salah satunya adalah Sakila Atmarini (10), siswi kelas 5 SD Pondok Kaso Tengah, Cidahu, yang berhasil meraih Juara 1 pada kategori Seni Tunggal.
"Semoga prestasinya bisa lebih meningkat dan bisa membanggakan orang tua. Saya mau meneruskan pencak silat ini," tutur Sakila dengan antusias. (FRA)
