Musyawarah Kota (Muskot) sekaligus pengukuhan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, pada Rabu (14/10/2026), dan turut dihadiri oleh jajaran pengurus APINDO Jawa Barat.
Ketua Bidang Organisasi APINDO Jawa Barat, Andris M, menaruh harapan agar kepengurusan baru ini mampu merespons dinamika dunia usaha dengan baik.
“Semoga APINDO Kota Sukabumi semakin solid, profesional, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” ujar Andris.
Tantangan ekonomi daerah ke depan, menurut Andris, sangat membutuhkan keseimbangan peran aktif antara pengusaha dan pemerintah daerah.
“Pemerintah harus menjadi penengah yang adil agar kebijakan tidak memberatkan dunia usaha sekaligus menjaga iklim investasi,” tambahnya.
Sementara itu, H. Dadang Kuswandi menyadari posisi barunya adalah sebuah amanah besar.
Ia berkomitmen menjadikan APINDO sebagai wadah perjuangan aspirasi dan mencari solusi atas persoalan para pelaku usaha.
“Kemajuan usaha harus sejalan dengan kesejahteraan buruh. Kita butuh hubungan industrial yang harmonis dan saling menguntungkan,” tegas Dadang.
Selain isu ketenagakerjaan dan kelancaran investasi, Dadang juga menempatkan penguatan sektor mikro sebagai salah satu arah utama kebijakannya dalam lima tahun ke depan.
“Kami ingin UMKM makin berdaya saing, perluas akses pasar, dan bisa bermitra strategis dengan pengusaha besar,” ungkapnya
Ia optimis bahwa kolaborasi antar-sektor dapat menjadi mesin penggerak ekonomi yang inklusif di wilayah Sukabumi.
“Pengusaha tumbuh, buruh sejahtera, UMKM kuat. Ketiganya harus beriringan demi ekonomi masyarakat yang lebih baik,” tutup Dadang. (FRA)
