KLIKSUKABUMI.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak malam tadi, Kamis (29/10/2026), memicu bencana tanah longsor. Akibatnya, bagian dapur dari dua unit rumah warga di Kampung Cicadas, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, mengalami kerusakan parah setelah tergerus material longsoran tebing.
Kepala Desa Tugubandung, Yudi Guntara, membenarkan kejadian yang menimpa warganya tersebut. Ia memastikan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, warga diminta tetap waspada.
"Betul, akibat hujan deras yang turun terus-menerus sejak malam tadi, tebing di sekitar permukiman warga longsor dan menggerus bagian dapur dari dua rumah di Kampung Cicadas. Saat ini kami bersama warga dan Satpol pp dan BPBD sedang bergotong royong membersihkan material longsoran," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026).
Yudi mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lereng bukit atau tebing rawan pergerakan tanah, untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga segera mencari tempat yang lebih aman jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun.
"Kami sudah mengimbau warga agar tetap waspada, terutama bagi yang rumahnya berada tepat di bawah tebing. Keselamatan adalah yang utama, segera evakuasi mandiri jika hujan deras kembali turun dalam durasi yang lama," pungkasnya.
Berdasarkan laporan dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan bersama Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi, longsor terjadi di Kampung Cicadas, RT 03/RW 04, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan.
Material longsor dilaporkan menggerus saluran Irigasi Jaya Mekar dengan dimensi yang cukup besar, yakni panjang mencapai 50 meter dan ketinggian sekitar 20 meter. Derasnya arus air dan pergerakan tanah akibat hujan lebat juga berdampak langsung pada permukiman di sekitar lokasi. Sebanyak dua unit rumah warga terancam oleh longsor susulan, yaitu:
1. Rumah milik Bapak Endang (45 tahun): dihuni oleh 1 Kartu Keluarga (KK) yang terdiri dari 6 jiwa.
2. Rumah milik Bapak Isap (52 tahun): dihuni oleh 1 Kartu Keluarga (KK) yang terdiri dari 3 jiwa.
"Kami telah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen cepat dan koordinasi penanganan darurat. Mengingat kondisi material longsor yang berpotensi mengancam keselamatan warga, saat ini dibutuhkan penanganan segera serta bantuan logistik darurat seperti bronjong, karung, cangkul, dan terpal untuk mengantisipasi longsor susulan," ujar Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan masih belum mendapatkan penanganan fisik lanjutan, sementara taksiran kerugian material masih dalam proses kajian lebih lanjut oleh pihak berwenang. (Fan)
