Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan, menjelaskan bahwa makanan sebenarnya sudah dikirim ke sekolah sejak pagi hari pada Jumat (2/10) lalu.
"Berdasarkan laporan kejadian, makanan tiba di lokasi sekolah sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Ridwan saat dikonfirmasi pada Kamis (8/10/2026).
Meski tiba pagi hari, makanan tersebut tidak langsung disantap oleh para siswa dan guru. Jeda waktu yang cukup lama diduga menjadi pemicu munculnya bakteri pada makanan.
"Makanan baru dikonsumsi para siswa serta guru pada pukul 13.00 WIB. Menu saat itu berupa dimsum ayam dan kentang," jelas Ridwan.
Gejala awal mulai dirasakan para korban secara masal pada pukul 15.00 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, satu orang guru harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.
Sayangnya, investigasi medis baru bisa dilakukan lima hari kemudian karena keterlambatan informasi.
"Sempat ada kendala komunikasi. Saat kejadian hari Jumat lalu, tidak ada laporan resmi dari pihak sekolah maupun pihak SPPG," ungkap Ridwan.
Kini, tim dari Puskesmas Cibolang telah diturunkan untuk pendataan lapangan. Kasus ini juga sudah diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk uji sampel makanan.
"Kami menyesalkan ketiadaan pelaporan dari pihak sekolah maupun SPPG saat kejadian. Kami baru mendapat laporannya Rabu pagi," pungkasnya. (FRA)
