Remaja asal Kecamatan Nagrak ini sebelumnya dilaporkan terseret ombak saat berenang bersama teman-temannya pada Sabtu (3/10/2026) lalu.
“Evakuasi berhasil kita lakukan pagi ini sekitar pukul 07.50 WIB. Penemuan berawal dari laporan nelayan setempat,” ungkap Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto.Nelayan tersebut memberikan informasi setelah melihat tubuh korban terapung di sekitar perairan PLTU Tengah. Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi menggunakan kapal patroli.
“Korban dievakuasi di perairan PLTU Tengah, tepatnya pada radius 2,6 mil laut dari titik awal kejadian,” jelas Suryo merinci lokasi penemuan.
Sebelumnya, pencarian besar-besaran telah dilakukan selama lima hari. Puluhan personel gabungan dari Basarnas, Polairud, TNI AL, dan elemen SAR lainnya menyisir kawasan tersebut.
“Pencarian sempat dilakukan dengan menyisir laut dan darat hingga radius 7 kilometer, serta pantauan udara via drone,” tambah Suryo.
Jenazah DKI kemudian dibawa ke Dermaga 2 Palabuhanratu dan langsung dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dalam insiden yang sama, satu rekan korban berinisial HM (17) beruntung berhasil diselamatkan oleh petugas jaga sesaat setelah kejadian.
Merespons rentetan kejadian nahas ini, pihak kepolisian kembali memperketat pengawasan di pesisir selatan Sukabumi.
“Kami tegaskan agar wisatawan tidak memaksakan diri berenang di laut. Tolong awasi keluarga demi keselamatan bersama,” kata Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi. (FRA)

