BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Sempat Terputus 9 Bulan, Jembatan Leuwidinding Sukabumi Akhirnya Dibangun TNI AL dan Jusuf Hamka

Sempat Terputus 9 Bulan, Jembatan Leuwidinding Sukabumi Akhirnya Dibangun TNI AL dan Jusuf Hamka
Foto : Wakalasal TNI, Bupati Sukabumi dan Jusuf Hamka Saat Mendengarkan Konstruksi Jembatan yang Akan Dibangun (Sumber : Kliksukabumi)

KLIKSUKABUMI.COM
– Angin segar bagi warga Kabupaten Sukabumi. Setelah sembilan bulan terputus akibat diterjang banjir bandang pada Desember 2025 lalu, Jembatan Leuwidinding di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, akhirnya mulai dibangun kembali.

Pembangunan infrastruktur vital ini terwujud berkat kolaborasi antara TNI Angkatan Laut (AL), PT CMNP, CT Arsa Foundation, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. 

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin menyampaikan, perbaikan jembatan ini bertepatan dengan momen peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 sekaligus HUT ke-81 TNI AL. Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di daerah.

"Keterlibatan semua pihak ini adalah bentuk kolaborasi kita. Tadi disampaikan bahwa dalam situasi saat ini, yang penting bagi kita untuk berbuat bersama-sama memberikan nilai manfaat kepada masyarakat. Dan tugas kami sebagai prajurit Jalasena juga akan menggandeng seluruh pihak untuk kita bisa memberikan bakti terbaik kita untuk mengurangi beban-beban yang ada di masyarakat," ujar Edwin di lokasi renovasi.

Jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Cimandiri ini merupakan akses utama yang menghubungkan warga di lima desa dan dua kecamatan. Dengan target pengerjaan 105 hari, jembatan ini ditargetkan sudah bisa beroperasi penuh pada Desember 2026.

"Diharapkan pembangunan jembatan yang insya Allah panjangnya 89 meter kurang lebih, kemudian lebar 1,5 meter, itu akan meningkatkan transportasi, konektivitas antar daerah," ungkap Wakasal.

Selama masa konstruksi berlangsung, TNI AL telah menyiagakan perahu karet sebagai sarana penyeberangan darurat bagi masyarakat sekitar.

"Pihak Angkatan Laut memberikan bantuan satu perahu karet yang bisa kita lihat, yang dipakai untuk mendukung transportasi terbatas. Karena kapasitasnya cukup terbatas dalam keseharian untuk angkutan harian. Diharapkan nanti dengan selesainya pembangunan jembatan ini kurang lebih 105 hari, bisa kita tuntaskan di Desember 2026," tambahnya. 

Edwin juga mencatat, dari 47 jembatan yang rusak akibat bencana di Sukabumi sepanjang 2024-2025, hampir 50 persen di antaranya kini sudah berhasil ditangani.

Di lokasi yang sama, pengusaha jalan tol Jusuf Hamka yang turut andil dalam proyek ini menegaskan bahwa pihak swasta memiliki tanggung jawab moral untuk turun tangan mengisi celah pembangunan yang belum terjangkau pemerintah.

"Kalau pemerintah belum menjangkau, kita yang swasta harus kita isi. Jangan mengharapkan pemerintah sendiri berjalan, kita harus menggandeng pemerintah. Yang mana pemerintah belum isi, kita harus isi, dan itu menjadi kewajiban warga negara Indonesia," tegas Jusuf.

Terkait spesifikasi teknis, Direktur Utama PT CMNP Arief Budhy Hardono memastikan jembatan dibangun dengan konstruksi yang kokoh menggunakan material aspal perkerasan dan besi.

"Ini mix ya. Antara besi dan kemudian perkerasan. Jadi panjang dari jembatan gantungnya adalah 89 meter, dengan 4 wire utama. Jadi dua di atas nanti duanya di bawah. Jadi empat-empatnya akan meng-handle dan dipegang di dua pondasi, kanan dan kiri" papar Arief.

Ia menjamin jembatan ini aman dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua secara bersamaan. 

"Ini capacity design-nya sebetulnya cukup lah untuk bahkan lebih dari 10 orang dan satu motor," pungkasnya.(FKR)

 Sempat Terputus 9 Bulan, Jembatan Leuwidinding Sukabumi Akhirnya Dibangun TNI AL dan Jusuf Hamka
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin