Para siswa diinstruksikan untuk kembali melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin, 7 September 2026. Instruksi ini telah disampaikan secara resmi ke seluruh satuan pendidikan melalui Surat Edaran Nomor 400.3 3.7/2927/DISDIKBUD/2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menjelaskan bahwa langkah cepat ini diambil semata-mata demi memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik dari ancaman pencemaran udara abu vulkanik.
"Kota Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang cukup merasakan dampak pencemaran udara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Oleh karena itu, kami mengambil kebijakan untuk melaksanakan PJJ bagi siswa PAUD, SD, dan SMP pada tanggal 7 September 2026, sambil terus memantau perkembangan kondisi udara," ujar Novian Restiadi, Minggu (6/9/2026).
Meski para siswa diliburkan dari aktivitas fisik di sekolah, kebijakan ini tidak berlaku penuh bagi tenaga pendidik dan staf sekolah. Operasional sekolah dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian protokol kesehatan yang ketat.
"Bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, mereka tetap melaksanakan tugas di sekolah sebagaimana biasa. Namun, kami mewajibkan semuanya untuk memakai masker dan tetap memperhatikan protokol kesehatan lainnya selama berada di lingkungan sekolah," tegas Novian.
Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi, Disdikbud Kota Sukabumi telah melakukan koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V. Beberapa SMA di Sukabumi juga dilaporkan telah mengambil langkah serupa untuk menggelar sekolah daring.
Terkait pelaksanaan program operasional sekolah lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah kebijakan PJJ, Novian menyerahkan penyesuaian teknisnya kepada masing-masing pimpinan sekolah.
"Untuk jenjang SMA, edaran dari Disdik Provinsi disesuaikan dengan kondisi daerah, dan keputusannya akan disampaikan melalui masing-masing kepala sekolah. Sementara berkenaan dengan program MBG, kami mempersilakan kepala satuan pendidikan untuk segera berkoordinasi dengan kepala SPPG masing-masing untuk teknis pelaksanaannya," pungkasnya.
Pemerintah mengimbau seluruh warga Sukabumi, khususnya orang tua siswa, untuk menjaga anak-anaknya agar tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kualitas udara kembali dinyatakan aman.(FKR)
