Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Suahasil secara khidmat mengucapkan sumpah jabatannya langsung di hadapan Kepala Negara.
"Demi Tuhan Saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara, bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab kiranya Tuhan menolong saya," tegas Suahasil saat pengangkatan sumpahnya.
Sebelum dipercaya memegang kendali atas Bendahara Negara, pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970 ini telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019 di bawah Sri Mulyani pada era Presiden Joko Widodo. Posisi tersebut terus ia tempuh hingga memasuki masa pemerintahan Kabinet Prabowo-Gibran sejak Oktober 2024. Suahasil sendiri merupakan seorang ekonom ulung yang meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994 dan Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat, pada 1997.
Selain aktif mengajar sebagai dosen di Universitas Indonesia, ia juga memiliki pengalaman teknis sebagai Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) periode 2010–2015 serta Anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN) periode 2013–2014.
Di sisi lain, pejabat terdahulu Purbaya Yudhi Sadewa telah menduduki kursi Menteri Keuangan sejak 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani. Pria kelahiran Bogor, 7 Juli 1964 yang meraih gelar Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat ini sebelumnya merupakan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Purbaya tercatat memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan, termasuk menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Presiden, hingga Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenko Polhukam, serta Kemenko Marves.
Kiprah Purbaya di sektor publik juga diperkuat oleh keterlibatannya sebagai Wakil Ketua Satgas Debottlenecking (Pokja IV) Kemenko Perekonomian, Anggota Dewan Pertimbangan Kadin, serta Anggota Indonesia Economic Forum.
Sebelum terjun ke lingkaran kebijakan pemerintah, Purbaya mengawali kariernya sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA pada 1989–1994, lalu membangun rekam jejak profesional yang kuat di pasar modal sebagai Senior Economist, Chief Economist Danareksa Research Institute, Direktur Utama PT Danareksa Securities, hingga menjadi Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero).(FKR)
