Saat musibah terjadi, para penghuni rumah tengah terlelap tidur. Kobaran api pertama kali diketahui oleh Ketua RW setempat yang tempat tinggalnya saling berdekatan. Mengetahui api sudah membesar, warga sekitar langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu armada pemadam kebakaran tiba.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menjelaskan kronologi awal mula munculnya titik api.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran ini adalah korsleting listrik. Kejadiannya sekitar pukul 01:00 WIB saat penghuni rumah sedang beristirahat. Menurut kesaksian, tiba-tiba saja api terlihat sudah membesar dari bagian bawah rumah," ungkap Mawaldi.
Bangunan yang terdampak diketahui milik Trismediansyah (60 tahun), sebuah gudang milik Ibu Euis (50 tahun), dan Ibu Yati (50 tahun). Besarnya kobaran api membuat para korban tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Perabotan rumah tangga, pakaian, hingga dokumen penting seperti Kartu Keluarga, KTP, Sertifikat Tanah, Buku Nikah, dan Ijazah ludes tak bersisa.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp750 juta karena barang-barang dan surat berharga hangus terbakar. Saat ini, sebanyak 5 Kepala Keluarga yang terdiri dari 11 jiwa telah dievakuasi untuk mengungsi ke rumah saudara mereka masing-masing," lanjut Mawaldi.
Proses pemadaman berlangsung sigap berkat gotong royong tim gabungan yang terdiri dari P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, petugas PLN, serta warga setempat. Armada dari Damkar Posko V Cibadak, Posko 4 Patung Kuda, dan Posko 6 Cisaat diturunkan ke lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 01:45 WIB.
Kondisi di lokasi saat ini sudah berangsur kondusif dan cuaca cerah. Meski demikian, para korban terdampak masih membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak untuk memulihkan kondisi mereka pasca-kebakaran.
"Saat ini kondisi di lokasi sudah dipastikan aman dan api sudah padam sepenuhnya berkat sinergi tim gabungan di lapangan. Untuk langkah penanganan selanjutnya, warga yang terdampak sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa material bangunan, peralatan rumah tangga, bahan makanan, serta terpal," tutup Mawaldi.(FKR)
