Pada Jumat (18/9/2026), tim Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Sukabumi menjalani hari yang sangat panjang. Tantangan terbesar bukanlah pada proses pembagiannya, melainkan pada dinamika logistik di lapangan.
Dengan mengandalkan armada truk tangki yang hanya berkapasitas 5.000 liter, para relawan harus menempuh perjalanan bolak-balik dari titik distribusi di Kecamatan Nagrak menuju sumber air di PDAM Karangtengah, Kecamatan Cibadak.
"Jarak dari lokasi pembagian ke PDAM Karangtengah itu berkisar antara 3 sampai 5 kilometer. Karena kapasitas tangki hanya 5.000 liter sementara kebutuhan setiap desa sangat besar, truk kami terpaksa harus terus bolak-balik mengambil air sejak pagi hari hingga larut malam," ungkap Staf Markas PMI Kabupaten Sukabumi Bidang PB, Dikdik Maulana pada Sabtu (19/9/2026).
Operasi kemanusiaan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB pagi di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak. Pada titik pertama ini, relawan mendistribusikan 10.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan 75 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Kubang dan Kampung Babakan.
Siang berganti sore, perjuangan berlanjut pada pukul 15.00 WIB. Masih di Desa Cisarua, truk tangki kembali datang membawa 10.000 liter air bersih kali ini sasarannya adalah 100 KK warga terdampak kekeringan di Kampung Cicangkore.
"Bayangkan saja, untuk memenuhi kuota 10.000 liter di satu titik, armada kami harus dua kali jalan menuju Cibadak. Waktu dan tenaga cukup terkuras habis di perjalanan, namun semangat teman-teman relawan di lapangan tidak sedikit pun surut melihat antusiasme warga," tambah Dikdik.
Dedikasi tanpa batas ini diuji ketika malam semakin larut. Saat sebagian besar masyarakat mulai beristirahat, deru mesin truk tangki kembali memecah keheningan pada pukul 21.30 WIB menuju titik ketiga di Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak.
Sebanyak 5.000 liter air disalurkan kepada 100 KK di Kampung Jelegong.
Kehadiran air bersih di malam hari ini sangat krusial, karena selain untuk kebutuhan konsumsi harian, air tersebut juga dipersiapkan oleh warga untuk mendukung kegiatan keagamaan peringatan Maulid Nabi keesokan harinya.
"Pelayanan di titik terakhir baru selesai menjelang tengah malam. Lelah yang kami rasakan selama 15 jam maraton seketika hilang begitu tahu air yang kami suplai bisa langsung dimanfaatkan warga, terlebih untuk kelancaran ibadah Maulid Nabi. Ini murni panggilan kemanusiaan," pungkas Dikdik.
Keberhasilan maraton suplai 25.000 liter air bersih dalam sehari ini tidak lepas dari sinergi kuat berbagai elemen. Kolaborasi erat antara Pemerintah Desa Cisarua dan Balekambang, URC PB, Satpol PP Kecamatan Nagrak, Satlinmas, pengurus lingkungan setempat, PMI, BPBD, hingga pihak swasta menjadi bukti kokohnya gotong royong warga Sukabumi dalam menghadapi tantangan bencana kekeringan.(FKR)
