Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan insiden itu terjadi pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.55 WIB. Petugas langsung bergerak ke lokasi usai menerima laporan.
"Setelah kejadian tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan unsur pengamanan dan menuju lokasi untuk melakukan penanganan," kata Franoto dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Usai kejadian, KA Pangrango langsung berhenti di Stasiun Cibadak pada pukul 11.00 WIB untuk dilakukan pemeriksaan armada. Hasil pengecekan menunjukkan lokomotif dan rangkaian kereta dalam kondisi aman, sehingga kereta bisa kembali diberangkatkan pada pukul 11.02 WIB.
"Peristiwa tersebut menyebabkan KA Pangrango mengalami keterlambatan selama tiga menit. Saat ini, jalur kereta api telah dinyatakan aman dan perjalanan kereta api kembali berjalan normal," jelasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.15 WIB. Korban merupakan seorang perempuan yang diperkirakan berusia 60 tahun.
Proses evakuasi korban dari area bawah jembatan berhasil dilakukan pada pukul 11.50 WIB. Penanganan lebih lanjut diserahkan kepada pihak kepolisian dan instansi terkait.
"KAI Daop 1 Jakarta turut prihatin atas kejadian tersebut. Korban telah dievakuasi dari lokasi dan selanjutnya mendapatkan penanganan dari pihak terkait. Hingga saat ini, kondisi korban masih menunggu informasi lebih lanjut," ungkap Franoto.
Atas kejadian ini, KAI Daop 1 Jakarta kembali mewanti-wanti masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang rel kereta api. Jalur kereta merupakan area steril yang berbahaya bagi warga.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga jarak aman dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar jalur kereta api. Kereta api memiliki karakteristik tidak dapat berhenti secara mendadak," pungkasnya. (Fan)
