Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa peningkatan ini menunjukkan makin besarnya ketergantungan masyarakat pada moda transportasi kereta api.
"Hal ini menunjukkan bahwa transportasi kereta api terus menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Bogor hingga Sukabumi," ujar Franoto dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Franoto menambahkan, keberadaan stasiun di sepanjang jalur Bogor–Sukabumi memiliki peran strategis untuk mendorong perekonomian regional dan sektor pariwisata lokal.
"Konektivitas yang terbangun melalui jaringan stasiun dan perjalanan kereta api diharapkan dapat mempermudah pergerakan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi," katanya.
Berdasarkan data operasional KAI Daop 1 Jakarta, Stasiun Sukabumi mencatatkan volume keberangkatan terbanyak dengan total 555.131 pelanggan. Jumlah ini naik 7 persen jika dibandingkan periode tahun lalu yang mencapai 518.828 orang.
Sementara itu, Stasiun Bogor Paledang berada di posisi kedua dengan 365.149 pelanggan.
Menanggapi persebaran jumlah penumpang tersebut, Franoto menegaskan bahwa tiap stasiun memiliki peran vital sebagai simpul aktivitas warga.
"Dengan akses transportasi yang semakin mudah, masyarakat dapat melakukan perjalanan untuk bekerja, sekolah, berdagang, berwisata maupun aktivitas produktif lainnya secara efektif," tutur Franoto.
Guna menjaga tren positif ini, KAI Daop 1 Jakarta berjanji akan terus meningkatkan standar pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi para pengguna jasa.
"Kami berharap keberadaan kereta api dapat terus memberikan kontribusi terhadap mobilitas masyarakat, pengembangan pariwisata, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan Bogor dan Sukabumi," tutupnya. (FRA)
