Peristiwa berdarah yang terekam kamera warga tersebut mendadak tular di media sosial.
Dalam rekaman video amatir yang beredar luas, tampak keributan terjadi di tengah situasi lalu lintas yang padat.
Seorang pria terlihat secara brutal mengayunkan senjata tajam ke arah korban, sementara pelaku lainnya ikut menyerang hingga korban tersungkur tak berdaya di dekat deretan sepeda motor.
Sejumlah pengendara motor dan pengemudi truk yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) sempat memperlambat laju kendaraan sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Usai melancarkan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka terlihat berusaha merangkak di atas aspal jalan raya untuk menyelamatkan diri.
Menanggapi insiden yang meresahkan masyarakat tersebut, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, menegaskan bahwa jajarannya telah terjun ke lapangan untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.
"Sedang berjalan penyelidikan, peristiwa terjadi kemarin," kata Hartono saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Hartono menambahkan, tim penyidik saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengidentifikasi dan memburu para pelaku.
"Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta bukti-bukti di lokasi," jelasnya.
Ia menegaskan, langkah ini dilakukan guna mengungkap kronologi pasti sekaligus memburu para pelaku yang terlibat.
Di sisi lain, rumor mengenai keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu dalam bentrokan tersebut dibantah oleh Sekretaris Cabang 1 DPC GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi, Sep Radi Priadika.
"Mengenai video yang beredar, kami sudah mengonfirmasi di lapangan," ujar Sep Radi Priadika, Rabu (23/9/2026).
Radi memastikan bahwa orang-orang dalam video viral itu bukanlah bagian dari organisasinya.
"Kami memastikan itu bukan anggota kami atau organisasi GRIB Kab. Sukabumi," pungkasnya. (FRA)
