KLIKSUKABUMI.COM - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota menggelar Festival Religi PRIMA pada Kamis (10/9/2026). Rangkaian acara yang diawali dengan pawai religi di Alun-alun Kota Sukabumi ini menyedot perhatian publik dengan menghadirkan lebih dari 450 peserta dari 15 kecamatan.
Tak sekadar ajang unjuk kebolehan, festival ini menjadi wadah edukasi sekaligus pembinaan karakter bagi generasi muda di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Berbagai cabang perlombaan digelar, mulai dari tingkatan anak usia dini hingga remaja.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan ruang positif bagi pelajar dalam meraih prestasi di bidang keagamaan.
"Tujuan kegiatan ini tentunya memberikan manfaat yang besar bagi Sukabumi, khususnya bagi anak-anak pelajar. Kita mengedukasi, mendidik, dan mengarahkan mereka untuk meraih prestasi," ujar AKBP Sentot di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (10/9/2026).
Adu Kreativitas dan Syarhil Quran
Dalam gelaran Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), sebanyak 35 peserta ditantang menyampaikan pesan Al-Qur'an secara komunikatif dan mendalam.
Tidak hanya mengandalkan hafalan, para peserta diuji dalam hal retorika, pemahaman materi, hingga kekompakan tim.
Kemeriahan juga terlihat di GOR Merdeka Kota Sukabumi, tempat berlangsungnya lomba mewarnai kaligrafi.
Sebanyak 312 anak tingkat TK dan SD tampak antusias menggoreskan warna pada pola kaligrafi yang disediakan panitia.
AKBP Sentot menekankan pentingnya mengenalkan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan.
"Mulai dari tingkat TK dan SD kita adakan lomba kaligrafi dan menggambar. Ini cara kita mengajarkan anak-anak sejak usia dini agar menjadi generasi yang saleh dan berprestasi," ungkapnya.
Lomba Bahasa Asing dan Uji Hafalan
Selain MSQ dan lomba mewarnai, festival ini juga menggelar Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) yang diikuti 45 hafidz dan hafidzah di Aula Graha Rekonfu.
Para peserta diuji ketepatan dan kelancaran hafalannya mulai dari kategori 1 juz, 5 juz, hingga 10 juz.
Menariknya, panitia juga membuka kompetisi ceramah agama menggunakan berbagai bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Arab, Jepang, Korea, hingga Mandarin.
AKBP Sentot berharap ajang berjenjang ini mampu melahirkan bakat-bakat baru yang bisa bersaing di tingkat nasional.
"Dari tingkat kota dan kabupaten ini, kita berharap dapat menghasilkan generasi muda yang berprestasi di bidang agama, dan ke depannya insyaallah bisa berjenjang sampai tingkat nasional," tambah dia.
Rangkaian Festival Religi PRIMA ini ditutup dengan gelaran Tabligh Akbar pada Kamis malam yang mempertemukan jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan. (FRA)