Humas RSUD Sekarwangi, Irman Irmansyah Saputra, mengonfirmasi adanya perubahan pola penyakit yang datang ke ruang gawat darurat selama empat hingga lima bulan terakhir.
"Pada kelompok pasien dewasa, keluhan medis terbanyak diakibatkan oleh gangguan pencernaan atau gangguan lambung," kata Irman pada Rabu (16/9/2026).
Irman menjelaskan bahwa secara medis kondisi tersebut dikenal dengan istilah colic abdomen (kolik abdomen).
Masalah kesehatan ini umumnya dipicu oleh kebiasaan harian masyarakat yang terpengaruh kondisi cuaca.
"Kebanyakan dipicu oleh faktor pola makan dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum terjaga dengan baik di tengah cuaca kemarau," terangnya.
Sementara itu, tren berbeda terlihat pada kelompok pasien anak-anak. Kunjungan gawat darurat untuk usia anak didominasi oleh penyakit menular dan demam.
"Pada kelompok pasien anak-anak, tren lonjakan didominasi oleh penyakit infeksi seperti campak (morbili) dan demam tinggi," ungkap Irman.
Kondisi ini membuat kapasitas IGD RSUD Sekarwangi terisi penuh melebihi batas ideal 32 tempat tidur.
Untuk mencegah penularan penyakit yang lebih luas selama musim kemarau, pihak rumah sakit meminta warga lebih aktif menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kondisi fisik dan menerapkan PHBS ketat guna menekan risiko penularan penyakit," pungkasnya. (FRA)
