Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug, M.A Rizki, langsung memimpin proses asesmen di lapangan bersama tim gabungan. Rentetan bencana ini murni diakibatkan oleh kondisi cuaca yang memburuk sejak dini hari hingga siang hari.
"Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi yang disertai angin kencang menjadi penyebab utama rentetan kejadian bencana di tiga titik wilayah Kecamatan Cicurug pada hari ini," ungkap M.A Rizki saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Dampak paling mencolok terjadi di area SMAN 1 Cicurug yang berlokasi di Kp. Purwasari RT 02/01, Desa Purwasari. Pada pukul 13.30 WIB, sapuan angin merobohkan sebuah pohon besar di halaman sekolah dan menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar.
"Di SMAN 1 Cicurug, sebuah pohon tumbang menimpa dua unit mobil dan sepuluh unit sepeda motor, serta turut menghancurkan tembok samping sekolah. Alhamdulillah, dipastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut," jelas Rizki.
Selain menghantam fasilitas pendidikan, amukan cuaca ekstrem ini juga menyasar permukiman warga di wilayah Desa Nyangkoek. Pada pukul 01.30 WIB dini hari, sebuah rumah milik Ahmad (69) di Kampung Leuwi Nanggung RT 01/03 hancur tertimpa dua batang pohon sekaligus. Sementara pada siang harinya di Perumahan Sampireun RT 03/05, auning rumah milik Ibu Hany dilaporkan terbang tersapu angin.
Merespons dua insiden di permukiman tersebut, Rizki menjelaskan bahwa langkah evakuasi penghuni rumah telah dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban.
"Dua pohon tumbang merusak rumah Bapak Ahmad di Desa Nyangkoek hingga rusak parah dan tidak bisa ditempati, sehingga satu keluarga yang terdiri dari tiga jiwa harus segera mengungsi. Sementara di Perumahan Sampireun, curah hujan dan badai juga mengakibatkan auning rumah milik Ibu Hany beterbangan," papar Rizki.
Saat ini, kondisi cuaca di Kecamatan Cicurug dilaporkan masih terpantau mendung. Proses evakuasi material bangunan dan batang pohon melibatkan unsur gabungan berskala besar, mulai dari Camat dan Sekmat Cicurug, Damkar Pos 3, P2BK Cidahu, Tagana, TNI/Polri, Satpol PP, hingga relawan Nyangkoek Tanggap Bencana.
Terkait total kerugian materiil akibat peristiwa ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut.
"Saat ini kami dari P2BK bersama unsur gabungan dari Pemerintah Desa, TNI-Polri, Damkar, dan para relawan terus bersiaga melakukan asesmen serta kebutuhan mendesak berupa evakuasi material di lokasi kejadian. Untuk total estimasi kerugian dari seluruh titik, saat ini posisinya masih dalam kajian kami," pungkas Rizki.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi area pohon rindang maupun papan reklame, mengingat potensi hujan disertai angin kencang masih mengancam wilayah Sukabumi dan sekitarnya.(FKR)
