Proses pemadaman menghadapi tantangan berat lantaran kondisi tumpukan sampah yang sangat kering, ditambah minimnya pasokan air di sekitar lokasi akibat musim kemarau panjang.
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menjelaskan bahwa kendala utama petugas di lapangan adalah terbatasnya armada serta sulitnya menjangkau sumber air.
"Penanganannya belum bisa tuntas, karena memang kita akui kesulitan dari fasilitas, ya khususnya air itu kan mengambil jauh ya ke sana. Terus kita punya kendaraan, ya dalam diri ini cuman punya 5 unit," ujar Wawan Juanda saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (28/9/2026) malam.
Guna mempercepat pemadaman, pihak Pemkot Sukabumi bersama DPRD terus berkoordinasi meminta Bantuan BKO armada tangki air dari Pemkab Sukabumi dan unsur TNI.
"Besok itu akan lebih banyak lagi ya, bantuan-bantuan tangki air yang memang kita memerlukan air sebanyak-banyaknya. Kita di sini sudah kekeringan, belum hujan sama sekali," kata Wawan.
Merespons kondisi kritis ini, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi langsung menggelar rapat darurat di lokasi kejadian untuk menyusun langkah penanganan terpadu.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menuturkan bahwa ratusan personel gabungan diterjunkan secara masif mulai Selasa (29/9/2026) pagi.
"Rencana besok pagi, kami adakan apel gabungan jam 8 pagi. Seluruh personel yang terlibat kami kerahkan, dari Polres sekitar 150, dari Kodim juga sekitar 100 orang," terang AKBP Sentot Kunto Wibowo.
Tak hanya mengerahkan ratusan personel, skenario pemadaman juga diperkuat dengan memobilisasi belasan armada pemadam dan armada tangki penyuplai air.
"Untuk teknisnya nanti mobil Damkar kita standby-kan di sini mungkin sekitar ada 5. Kemudian nanti ada tangki air juga kita sudah siapkan untuk besok, mungkin sekitar ada 15 tangki air yang akan bolak-balik," ungkapnya.
Mengenai pemicu kebakaran, pihak kepolisian menegaskan saat ini fokus utama masih pada penanggulangan dan pendinginan titik api, sembari menyelidiki penyebab pasti munculnya api di tumpukan sampah tersebut.
"Untuk di musim kemarau ini sangat-sangat dimungkinkan itu penyebabnya adalah dari puntung rokok, atau mungkin juga saat panasnya cuaca yang menyebabkan gas yang ada dalam tumpukan sampah ini dan terkena bahan yang mudah terbakar," pungkasnya. (FRA)
