KLIKSUKABUMI.COM - Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mempererat kemitraan strategis dengan insan pers. Hal itu ditunjukkan lewat kunjungan kerja Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, ke Markas PWI Provinsi Jawa Barat pada Senin (10/8/2026).
Kedatangan Kabid Humas disambut hangat oleh Plt Ketua PWI Provinsi Jawa Barat Ahmad Syukri beserta jajaran pengurus dan Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra menyampaikan pesan langsung dari Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto terkait pentingnya menjaga hubungan baik antara kepolisian dan media di seluruh wilayah Jawa Barat.
"Salam dari Bapak Kapolda Jabar. Beliau menitipkan pesan agar pererat kemitraan strategis antara Polda Jabar dan anggota PWI seluruh Jabar," ujar Hendra.
Hendra juga menyatakan dukungan penuh terhadap agenda Konferprov PWI Jawa Barat yang bakal digelar pada 12-13 Agustus 2026 di Hotel Horison, Kota Bandung. Menurutnya, keberadaan PWI memiliki peran vital dalam pembangunan arus informasi daerah.
"PWI mitra kami, jelas kami mendukung pelaksanaan Konferprov. Kedatangan saya menjadi bukti dukungan tersebut. Semoga nantinya terpilih ketua yang amanah dan terbentuk kepengurusan yang bisa membawa Jawa Barat lebih baik lagi," tegasnya.
Selain membahas Konferprov, agenda pemberantasan hoaks dan peningkatan kapasitas wartawan turut menjadi fokus pembahasan. Plt Ketua PWI Jabar, Ahmad Syukri alias Kang Ari, menyebut kerja sama dengan polda sangat strategis mengingat dinamika sebaran informasi palsu di Jawa Barat yang masih tinggi.
"Jawa Barat merupakan produsen hoaks terbesar, PWI Jawa Barat terus memeranginya. Kemitraan dengan Polda Jabar sangat strategis sehingga upaya kami semakin masif," tutur Ari.
Ari juga mengungkapkan rencana sinergi penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bersama Polda Jabar, merujuk pada kesepakatan antara Kapolri dan PWI Pusat saat peringatan HPN 2026 di Banten lalu.
Menanggapi hal itu, Hendra mengapresiasi penuh langkah PWI Jabar. Di era digitalisasi, kata dia, profesionalisme dan adaptasi media massa—termasuk pemanfaatan media sosial—adalah hal mutlak agar tidak tertinggal.
"Di era digital seperti sekarang, kompetensi wartawan sangat dibutuhkan. Perusahaan media dituntut harus memiliki media sosial karena informasi lewat media sosial lebih cepat diterima masyarakat. Kalau media tidak berubah, ya ketinggalan. Dalam perubahan itu, profesionalisme menjadi harga mati," pungkas Hendra. (Fan)