| Lokasi Bangunan WC Umum yang Menjadi Tempat Tinggal Ibu Tunggal di Kelurahan Dayeuhluhur, Kota Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM - Kabar viral mengenai seorang ibu tunggal bernama Meti Aryanti (43) yang diisukan tinggal di dalam WC umum di Kota Sukabumi akhirnya diluruskan oleh pihak berwenang. Pihak Kelurahan Dayeuhluhur menegaskan bahwa tempat tinggal Meti bersama anak-anaknya sebenarnya adalah bangunan bekas musala yang dilengkapi fasilitas MCK, bukan di dalam toilet seperti narasi yang beredar di media sosial.
Lurah Dayeuhluhur, Supardi, menyatakan bahwa informasi di media sosial tersebut tidak sepenuhnya benar. Bangunan itu dahulunya digunakan warga sebagai tempat ibadah sebelum akhirnya dimanfaatkan sebagai tempat berteduh sementara bagi Meti.
"Informasi yang beredar bahwa Bu Meti tinggal di WC itu tidak benar. Faktanya, bangunan ini awalnya adalah musala yang memang memiliki fasilitas MCK," ujar Supardi.
Supardi menjelaskan, keberadaan Meti di bangunan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara warga setempat, pengurus RT, dan RW. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi Meti yang memprihatinkan setelah mengalami perceraian.
"Bu Meti mengalami persoalan rumah tangga hingga bercerai. Karena tidak memiliki tempat tinggal dan tidak mampu mengontrak rumah, warga bersama RT dan RW berinisiatif menempatkannya di sini," terangnya.
Meti sendiri mengakui bahwa keterbatasan ekonomi mendera kehidupannya pasca berpisah dari sang suami. Untuk menyambung hidup dan menghidupi anak-anaknya, ia hanya mengandalkan pekerjaan serabutan serta uluran tangan dari para tetangga.
"Kalau ada yang nyuruh baru kerja. Apa saja yang penting kerja," tutur Meti.
"Kalau lagi kekurangan enggak punya uang, pinjam. Dibantu RT, RW sama warga," tambahnya.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kelurahan Dayeuhluhur memastikan tidak tinggal diam. Pihak kelurahan telah merencanakan pemindahan Meti ke hunian yang jauh lebih layak di kawasan dekat Vila Cantik melalui gotong royong dan swadaya masyarakat.
"Sudah ada kesepakatan bersama, Bu Meti akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak. Bangunannya akan ditambah ruangannya melalui swadaya murni warga," kata Supardi.
Selain menyediakan tempat tinggal baru, kelurahan juga memastikan bahwa seluruh hak jaring pengaman sosial bagi keluarga Meti telah tersalurkan dengan baik, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Alhamdulillah, hak-haknya semua diterima. PKH dapat, BPNT atau bantuan sembako juga dapat, kemudian KIS juga ada," pungkas Supardi.(FRA)
Editor : Fikri