BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Sukabumi Diwarnai Kasus Asusila, PKK dan Polisi Perketat Perlindungan Anak

Kasus kekerasan terhadap anak masih dianggap sebagai aib keluarga yang harus ditutupi
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Sukabumi Diwarnai Kasus Asusila, PKK dan Polisi Perketat Perlindungan Anak
Logo Hari Anak Nasional 2026 (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada Kamis (23/7/2026) di Sukabumi, Jawa Barat, diwarnai dengan momen refleksi yang mendalam. Di tengah berbagai agenda edukasi perlindungan anak, ancaman kejahatan terhadap anak di bawah umur masih menjadi bayang-bayang nyata yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

Tepat menjelang peringatan HAN 2026, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap seorang pria lanjut usia berinisial MH (72) atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap belasan anak di bawah umur di Kecamatan Sukabumi pada Selasa (21/7/2026) malam.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, mengonfirmasi penangkapan terduga pelaku tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami jumlah pasti korban serta modus operandi yang digunakan pelaku.

"Malam ini kita sudah mengamankan terduga pelaku. Namun, kami masih melakukan pendalaman terkait jumlah korban. Terhadap para korban pun saat ini masih dalam tahap pemeriksaan dan pendataan," tegas AKP Hartono kepada wartawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku melancarkan aksinya di area publik dengan modus berpura-pura memberikan perhatian serta rasa kasih sayang kepada anak-anak yang menjadi sasarannya.

Kompleksitas Tantangan Digital dan Peran Keluarga

Maraknya kasus kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, mendorong berbagai pihak untuk memperkuat benteng perlindungan anak dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menyoroti semakin kompleksnya tantangan perlindungan anak saat ini, terutama yang bersumber dari perkembangan teknologi dan lingkungan digital.

"Tantangan terbesar orang tua saat ini bukan hanya mendidik anak di dunia nyata, melainkan juga membentengi mereka di dunia digital. Melalui program PAAREDI-KILAS, kami berkomitmen memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pengawasan yang bijak, serta pencegahan terhadap potensi kekerasan seksual maupun kejahatan siber pada anak," ujar Ranty saat memberikan edukasi perlindungan anak di Cibeureum, Kota Sukabumi, Kamis (23/7/2026).

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Kota Sukabumi, Hendra Susanto, menegaskan perlunya perubahan pola pikir di tengah masyarakat. Kasus kekerasan terhadap anak tidak boleh lagi dianggap sebagai aib keluarga yang harus ditutupi.

Penanganan kasus kekerasan anak di Sukabumi menuntut sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, dinas terkait seperti DP3A dan UPTD PPA, serta keberanian masyarakat untuk melaporkan indikasi kejahatan terhadap anak sejak dini demi memutus mata rantai kekerasan.(FRA)




Editor : Fikri


Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Sukabumi Diwarnai Kasus Asusila, PKK dan Polisi Perketat Perlindungan Anak
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin