| Api Membakar Rumah Panggung Korban di Kampung Babakan Bandung, RT 001/006, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM — Suasana duka mendalam menyelimuti warga Kampung Babakan Bandung, RT 001/006, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah bilik panggung ukuran 6x9 meter persegi hangus dilalap si jago merah pada Kamis malam, 23 Juli 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa nahas ini merenggut nyawa tiga orang anak yang merupakan kakak beradik di dalam rumah tersebut.
Musibah tragis ini bermula ketika wilayah sekitar mengalami pemadaman aliran listrik. Demi menerangi ruangan, sang kakak, NO (14), menyalakan sehelai lilin dan menempatkannya di atas piring plastik di atas televisi yang berada di ruang tamu. Setelah itu, NO bersama sang nenek, Nia Kurniasih (59), serta ketiga korban anak-anak beristirahat dan tidur di dalam kamar depan.
Sekitar pukul 19.30 WIB, NO terbangun karena merasakan hawa panas yang menyengat di dalam rumah. Betapa terkejutnya ia mendapati ruang tamu sudah dipenuhi kobaran api yang membakar bagian dalam bangunan. Atas instruksi sang nenek, NO langsung berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Sementara itu, sang nenek sempat bergegas ke kamar mandi mengambil air menggunakan ember untuk memadamkan titik api di ruang tamu.
Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil karena material rumah yang terbuat dari bilik bambu membuat api membesar dengan sangat cepat.
Sang nenek sempat berupaya nekat menerobos masuk kembali ke dalam kamar depan demi menyelamatkan ketiga cucunya yang tengah tertidur lelap. Niat mulia itu terpaksa diurungkan karena kobaran api sudah terlampau besar dan warga sekitar melarangnya demi keselamatan jiwa.
"Betul, kami menerima laporan adanya peristiwa kebakaran rumah panggung di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, yang mengakibatkan tiga anak-anak meninggal dunia akibat luka bakar di lokasi kejadian," kata Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar saat dikonfirmasi pada Kamis (23/7/2026) malam.
Ketiga korban jiwa yang tidak sempat menyelamatkan diri masing-masing adalah AM (10), SA (5), serta sang adik bungsu SAQ (4).
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar medis oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Cijangkar, ketiganya mengalami luka bakar derajat tiga atau 100 persen dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Selain merenggut nyawa tiga bocah tak berdosa, peristiwa ini juga menyebabkan sang nenek, Nia Kurniasih, serta sang kakak, NO, mengalami luka bakar ringan di bagian telapak kaki kiri dan lengan kiri akibat berjibaku menyelamatkan diri. Kerugian materil akibat musibah kebakaran rumah panggung ini ditaksir mencapai Rp50 juta.
"Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, api diduga bersumber dari lilin yang dinyalakan saat kondisi mati lampu. Lilin tersebut diletakkan di atas televisi di ruang tamu yang kemudian merembet ke dinding bilik bambu yang mudah terbakar," Iptu M. Yanuar Fajar.
Petugas gabungan dari Polsek Nyalindung, Piket SPKT, Bhabinkamtibmas, Forkopimcam, perangkat Desa Wangunreja, petugas pemadam kebakaran (Damkar), serta tenaga kesehatan Puskesmas Cijangkar langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan cek TKP, memasang garis polisi (police line), mengevakuasi korban, serta membantu proses pemadaman dan pendinginan agar api tidak merembet ke bagian dapur dan kamar mandi yang berdinding permanen.
Pihak kepolisian juga mengamankan tempat kejadian perkara serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang menyatakan menolak dilakukannya autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni.
"Kami dari kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat Sukabumi agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat menggunakan penerangan darurat seperti lilin di tengah pemadaman lampu. Pastikan lilin diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari bahan-bahan yang mudah terbakar agar tragedi serupa tidak terulang kembali," pungkas Iptu M. Yanuar Fajar.(FRA)
Editor : Fikri