| Warga Mengantre Air Bersih Dari Tangki Air di Pinggir Jalan Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi akibat musim kemarau. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Dusun Sasagaran, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, di mana sebanyak 416 Kepala Keluarga (KK) kini kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi menyebutkan hampir 3 Kedusunan yang terdiri dari 3000 kepala keluarga kini kondisinya mulai kesulitan air bersih. Sumur warga mulai mengering karena sumur resapan yang berasal dari bendungan irigasi kondisinya mengering karena rusak.
"Dari data di Desa hampir 3000 KK di Sasagaran sudah mulai kesulitan air bersih. Hal ini diperparah karena kondisi bendungan irigasi yang menjadi daerah resapan air kondisinya mengering akibat kerusakan bencana alam tahun lalu dan belum diperbaiki," kata Deni kepada Kliksukabumi pada Jumat (17/7/2026).
Tak hanya warganya yang kekurangan air bersih, sawah seluas 40 hektare lebih pun kini kondisinya kekeringan dan terancam mengalami gagal panen.
"Bendungan irigasi tersebut sangat penting, selain sebagai resapan air irigasi tersebut pun mengaliri sawah-sawah warga yang kini kondisinya mengering akibat musim kemarau hampir 40 hektare lebih," jelas Deni.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Sasagaran secara resmi telah melayangkan surat permohonan bantuan pasokan air bersih kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi pada Rabu (15/7/2026).
Pihak desa melaporkan bahwa sumber mata air utama yang selama ini diandalkan warga telah mengering total.
Staf Penanggulangan Bencana (PB) Markas PMI Kabupaten Sukabumi, Dikdik Maulana, membenarkan adanya laporan dan permohonan bantuan dari pihak desa tersebut.
"Kami telah menerima surat permohonan bantuan air bersih dari Desa Sasagaran dan langsung melakukan asesmen ke lapangan," ujar Dikdik saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
Menurut Dikdik, langkah taktis segera diambil oleh PMI dengan mengerahkan unit armada pengangkut air bersih demi meringankan beban ratusan warga yang terdampak kekeringan.
"Sebagai respons cepat, PMI hari ini menyalurkan bantuan darurat sebanyak 10.000 liter air bersih langsung ke lokasi," lanjutnya.
Dikdik juga mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau ini dan segera melapor jika wilayahnya mengalami krisis serupa.
"Kami berharap warga bisa saling bergotong-royong dan menghemat air yang ada selagi proses pendistribusian bantuan kami siapkan," pungkasnya. (FRA)
Editor : Fikri