BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Kekeringan Ekstrem Landa Cikembar Sukabumi, 2.022 Jiwa Krisis Air Bersih

Ribuan warga kini harus berjuang menghadapi krisis air bersih
Kekeringan Ekstrem Landa Cikembar Sukabumi, 2.022 Jiwa Krisis Air Bersih
BPBD Kabupaten Sukabumi Terus Menyalurkan Air Bersih Bagi Warga yang Mengalami Krisis Air di Musim Kemarau (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM — Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kian meluas sepanjang periode 1 hingga 22 Juli 2026. Ribuan warga kini harus berjuang menghadapi krisis air bersih setelah sumur-sumur warga hingga lahan pertanian mengering drastis akibat minimnya pasokan air.

Dari sejumlah wilayah yang terdampak, Kedusunan Bojongkaler di Kecamatan Cikembar tercatat sebagai lokasi yang paling parah. Sebanyak 682 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.022 jiwa terdampak langsung oleh krisis ini. Selain Cikembar, krisis air bersih dan kekeringan juga melanda Kecamatan Cibadak, Cicurug, dan Nyalindung.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengonfirmasi bahwa dampak kekeringan tahun ini memicu krisis air bersih yang cukup parah di permukiman warga.

"Kemarau panjang mengakibatkan sumur warga mengering di beberapa titik. Bahkan di Desa Sekarwangi, warga sempat terpaksa membuat kobangan sungai untuk MCK," ujar Daeng Sutisna saat memberikan pembaruan data, Rabu (22/7/2026).

Guna menanggulangi darurat air bersih ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan langsung bergerak cepat mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih ke lokasi-lokasi terdampak, termasuk menyalurkan 15.000 liter air khusus untuk wilayah Cikembar.

"Kami terus mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih ke wilayah Cikembar, Cicurug, hingga Cibadak untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat," jelas Daeng.

Daeng menambahkan bahwa penanganan dampak kemarau tidak dilakukan secara mandiri, melainkan mengoptimalkan sinergi bersama berbagai instansi terkait.

"Guna mengoptimalkan penanganan di wilayah yang paling parah, kami melakukan pengiriman air bersih secara berkala berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Sukabumi," tambah Daeng Sutisna.

Meskipun ribuan warga mengalami krisis air bersih dan sebagian lahan pertanian terancam gagal panen, BPBD memastikan bahwa situasi tetap terkendali dan tidak ada korban jiwa dalam bencana kekeringan ini.

"Hingga laporan terbaru per 22 Juli 2026, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Fokus utama kami adalah memastikan pasokan air minum warga aman," tutup Daeng.(FRA)




Editor : Fikri


Kekeringan Ekstrem Landa Cikembar Sukabumi, 2.022 Jiwa Krisis Air Bersih
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin