| Petugas Berjibaku Memadamkan Api yang Menghanguskan Isi Dalam Warung Kelontong di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM - Sebuah bangunan warung kelontong dan Rumah Makan Padang di Kampung Bolang Lebak, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (23/7/2026) pagi. Insiden mendadak ini juga mengakibatkan satu orang penghuni warung menderita luka bakar serius.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB tersebut diduga bermula dari korsleting listrik yang langsung menyambar stok Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran di dalam toko.
Komandan Posko IV Pemadam Kebakaran (Damkar) Parungkuda, Acep Fatah, mengonfirmasi bahwa timnya bergerak seketika setelah menerima laporan warga.
"Laporan kami terima pada pukul 09.36 WIB. Tim bergerak cepat dan tiba di lokasi kejadian hanya dalam waktu empat menit, yaitu sekitar pukul 09.40 WIB," ungkap Acep Fatah, Kamis (23/7/2026).
Untuk meredam amukan api, dua unit armada pemadam dikerahkan dari Posko Parungkuda dan Posko Cibadak. Dalam proses pemadaman, petugas sempat menemui kendala karena jarak hydrant air terdekat yang cukup jauh di kawasan Bojong Kokosan.
"Penyebab sementara diduga dari arus pendek listrik yang langsung menyambar ke stok BBM eceran. Luas area yang terbakar sekitar 43 persen dari total luas bangunan 120 meter persegi," jelas Acep.
Akibat musibah ini, seorang penghuni warung bernama Wawan (38) mengalami luka bakar di bagian wajah dan tubuh. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit oleh warga bersama petugas.
"Kondisi korban mengalami luka bakar di bagian wajah dan badan. Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka berat lainnya dalam peristiwa ini. Penghuni lainnya, yakni Ibu Eli, selamat," tutur Acep.
Berkat sinergi cepat antara personel Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat sekitar, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu 31 menit, tepatnya pada pukul 10.12 WIB. Respons sigap petugas ini juga berhasil menyelamatkan toko kue serta sebagian area Rumah Makan Padang di sekitarnya dari kobaran api yang lebih luas.
“Untuk nilai kerugian material akibat musibah kebakaran tersebut, masih dalam proses perhitungan oleh pihak berwenang,” tutup Acep.(FRA)
Editor : Fikri