| Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi Mensuplai Air Bersih Bagi Warga yang Mengalami Krisis di Musim Kemarau 2026 (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi secara resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) untuk tahun 2026.
Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah antisipasi cepat terhadap potensi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi berdampak luas di wilayah tersebut.
Penetapan status siaga ini tertuang secara resmi dalam Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/kep. 624-BPBD/2026. Kebijakan tersebut merujuk langsung pada hasil prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Wilayah Kabupaten Sukabumi berpotensi mengalami risiko kekeringan, krisis air bersih, gangguan pertanian serta kebakaran hutan dan lahan,” demikian tertulis dalam pertimbangan dokumen keputusan tersebut.
Berdasarkan ketetapan yang berlaku, status Siaga Darurat Bencana ini efektif dimulai sejak 23 Juli 2026 hingga 30 September 2026. Meski demikian, pemerintah daerah tetap membuka peluang penyesuaian durasi berdasarkan dinamika situasi di lapangan.
“Masa berlaku status siaga darurat bencana dapat diperpanjang ataupun diperpendek sesuai kebutuhan penanganan darurat di lapangan,” tegas Bupati Sukabumi dalam poin keputusan tersebut.
Guna memastikan kelancaran operasional dan mitigasi yang optimal, Pemkab Sukabumi telah menyiapkan skema pendanaan terpadu dari berbagai sumber anggaran resmi.
“Pembiayaan yang diperlukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Dana Siap Pakai,” ungkap dokumen tersebut.
Selain Dana Siap Pakai dari pusat, pendanaan penanganan darurat ini juga didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT), serta sumber pendanaan sah lainnya yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Data sementara yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Sukabumi, setidaknya ada 5 kecamatan yang mengalami krisis air bersih yakni Kecamatan Cibadak, Cicurug, Cikembar, Nyalindung, dan Kebonpedes.(FRA)
Editor : Fikri